Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Tahun 2018, pasar otomotif Papua diprediksi menggeliat 
  • Senin, 15 Januari 2018 — 13:29
  • 1155x views

Tahun 2018, pasar otomotif Papua diprediksi menggeliat 

“Pesaing yang baru masuk dan permintaan gross volume permintaan akan baik juga apalagi akan ada delaer-dealer mobil yang akan buka,” ujar Head Manager or Marketing PT Surya Megah Kencana (SMK), Arti Baraja Ayodya.
Launching produk otomotif – Jubi/Sindung
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Head Manager or Marketing PT Surya Megah Kencana (SMK), Arti Baraja Ayodya, mengaku pasar otomotif akan bergeliat dengan rencana beberapa dealer akan buka di tahun 2018.

“Pesaing yang baru masuk dan permintaan gross volume permintaan akan baik juga apalagi akan ada delaer-dealer mobil yang akan buka,” ujarnya kepada Jubi, Sabtu (13/1/2018).

Dengan bertambahnya delaer mobil tentunya akan menambah permintaan mobil dan memberikan pilihan kepada masyarakat sehingga akan banyak perekonomian akan tumbuh meningkatnya permintaan pasar otomotif di Papua. 

Arti mengungkapkan dari data 2017, pihaknya mengakui melampaui semua terbit yang diberikan oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengaku mampu menjual 328 unit roda dua dan 184 Unit roda empat. “Meski belum ditargetkan secara pasti tetapi rencananya ditargetkan 300 unit dan 500 unit.

“Pembeli motor GSXR itu mampu mendominasi 70 persen penjualan dan 60 persen untuk roda empat itu didominasi pickup APV Mega Carry,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Marketing PT Astra Honda Motor Papua dan Papua Barat, Ronny Natsir, mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi Papua akan berdampak  5-10 persen dari pasaran di tahapan 2017.  

“Diakui bahwa adanya kesepakatan pemerintah dengan provinsi Papua 10 persen itu belum bisa mendongkrak dan hal ini dipicu segemntasi kesepakatan utama pemerintah pusat dengan Freeport 51 persen belum terwujud. Kalaupun ada tetapi tidak signifikan pembangunan PON 2020, “ ujarnya.

Iapun memprediksi penjualan Honda masih akan didominasi produk type Beat sebesar 65 persen, klass sport akan tumbuh membesar dan cub cenderung turun.

“Kami harap semua akan bagus di tahun ini,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia perwakilan Papua, Joko Supratikto, mengemukakan melalui Kajian Ekonomi Keuangan Regional (KEKR BI) memprediksi di tahun 2018 khusus dari sisi lapangan usaha, kinerja tambang pada triwulan I 2018 diperkirakan masih tumbuh positif dan menjadi motor penggerak perekonomian Papua.

Sementara sejalan dengan kinerja lapangan usaha pertambangan, kinerja ekspor diperkirakan berpotensi tumbuh tinggi.

Secara agregat, pertumbuhan ekonomi Papua pada 2018 berpotensi berada di kisaran 5,0 persen hingg 5,4 peren(yoy) lebih tinggi dibanding 2017 yang berkisar 4,0 persen - 4,4 peren (yoy).

Dari sisi lapangan usaha, kenaikan target penjualan hasil tambang pada 2018 menjadi salah satu indikator optimisme pelaku usaha tambang dominan di Papua terhadap kondisi usaha pada 2018.

Tekanan inflasi Papua pada triwulan I 2018 diperkirakan berkisar 2,3 persen - 2,7 persen (yoy) mengalami kenaikan dibanding triwulan IV 2017. Kenaikan UMP 2018 sebesar 8,71 persen (yoy) dan kenaikan cukai rokok sebesar 10 persen, menjadi salah satu faktor pemicu tekanan inflasi pada triwulan I 2018. Selain itu, kenaikan harga bahan bakar kapal menambah tekanan inflasi pada triwulan I 2018.

Untuk keseluruhan tahun 2018, inflasi Papua diperkirakan mengalami kenaikan dibanding 2017, dari kisaran 2,1 persen - 2,5 persen (yoy) menjadi 4,6 persen - 5,0 persen (yoy). Pelaksanaan pilkada pada tahun 2018 yang berpotensi mempengaruhi stabilitas sosial ekonomi di Papua menjadi salah satu faktor pemicu tekanan inflasi Papua pada tahun 2018. (*)

loading...

Sebelumnya

PDAM akan produksi air mineral kemasan

Selanjutnya

OJK mengingatkan perlunya checking reputasi kredit

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe