Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pejabat Pariwisata pertanyakan usulan ritual adat di Ambae
  • Senin, 15 Januari 2018 — 14:49
  • 557x views

Pejabat Pariwisata pertanyakan usulan ritual adat di Ambae

“Bisakah adat menjelaskan kepada pakar vulkanolog dan peneliti lainnya, apa yang masih salah dengan alam ini?”
Danau Manaro di Pulau Ambae, Vanuatu - DVU/Harrison Selmen
Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Saratamata, Jubi — Seorang Pejabat Pariwisata Provinsi Penama menampik kekhawatiran seorang Kepala Suku Ambae yang mengatakan bahwa ritual adat harus dilakukan di Danau Manaro di Ambae, sebelum wisatawan dapat diizinkan mengunjungi gunung berapi tersebut.

Kepala Suku Vire Naliu meminta para operator wisata berhenti mendatangkan turis ke Manaro dan menyerukan agar diberlakukan larangan sementara hingga upacara adat selesai dilakukan.

Perdebatan mengenai keampuhan ritual adat di Manaro dalam menurunkan dan menghentikan aktivitas vulkanik baru-baru ini dipertanyakan, karena setelah sekian banyak upacara adat, gunung berapi tersebut tetap aktif.

Pejabat Pariwisata Penama, Hollingsworth Garae, tidak percaya bahwa ritual adat dapat menghentikan aktivitas gunung berapi.

“Saya dengar banyak upacara adat telah dilakukan di Manaro sebelumnya, mungkin bahkan oleh orang yang sama, namun Lombenben masih aktif,” tuturnya.

“Bisakah adat menjelaskan kepada pakar vulkanolog dan peneliti lainnya, apa yang masih salah dengan alam ini?”.

Garae mendesak masyarakat lokal mengatakan ada ratusan dan ribuan wisatawan dan kru film dari seluruh dunia yang tertarik untuk melihat langsung atau meneliti beberapa gunung berapi yang paling berbahaya di dunia, dan Manaro, yang terdaftar sebagai gunung berapi kelima yang paling berbahaya di dunia, adalah salah satu darinya.

Dia menekankan gunung berapi yang berbahaya bukan hanya menjadi daya tarik tersendiri tapi juga dapat menghasilkan pemasukan dan kesempatan kerja.

Menurutnya Provinsi Penama membutuhkan wisatawan, sama seperti provinsi lain, untuk menghasilkan pendapatan dan keuntungan bagi masyarakat. Dia menambahkan ada orang-orang yang gemar mengambil resiko dan menikmati tur petualangan, seperti mengunjungi gunung berapi yang aktif.

Garae menyebut ini sebagai wisata ekstrim, mengatakan pada setiap peringatan, selalu ada pemberitahuan yang dikeluarkan mengenai batasan-batasan yang dikenakan pada tur-tur itu.(dailypost.vu)

loading...

Sebelumnya

Kerja sama Vanuatu dan Australia menguat

Selanjutnya

ATS Fiji benarkan klaim insiden pelecehan seksual

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2943x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2625x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1531x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1323x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe