Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. KLB campak di Asmat, Dinkes Papua kirim 6 ton PMT
  • Senin, 15 Januari 2018 — 15:51
  • 1070x views

KLB campak di Asmat, Dinkes Papua kirim 6 ton PMT

Bantuan itu untuk menghadapi Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di daerah setempat yang telah telah menewaskan sedikitnya 51 penderita.
Kadinkes Papua, drg. Aloysius Giyai (kiri) didampingi Kepala Bidang Penceganhan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatah Papua, dr. Aaron Rumainum saat memberikan keterangan pers – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan Provinsi Papua telah mencarter pesawat mendistribusikan sedikitnya 6 ton Pemberian Makanan Tambahan (PTM) langsung ke Distrik Agats, Kabupaten Asmat. Bantuan itu untuk menghadapi Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di daerah setempat yang telah telah menewaskan sedikitnya 51 penderita.

“Hari ini kami terbangkan 3 ton PMT, dan besoknya tambah 3 ton lagi. Jadi dua kali flights. Ini untuk memutus mata rantai kematian tersebut,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai, kepada wartawan di Jayapura, Senin (15/1/2018).

Giyai mengatakan selain pemberian bantuan PMT pemerintah provinsi juga membentuk tim  yang akan diterbangkan ke wilayah Asmat  untuk pelayanan dan pemberian vaksin kepada masyarakat di wilayah tersebut.

“Ada satu tim yang terdiri dari enam orang. Kami juga dibantu oleh TNI AD dan Kepolian dibagian kesehatan,” kata Giyai menambahkan.

Giyai yang juga plt. RSUD Jayapura tersebut menyebutkan campak sering menyerang bayi di bawah lima tahun dan anak gizi buruk. Tercatat status gizi buruk di Asmat terus meningkat, dari 7,3 persen pada 2016, meningkat  mencapai 14,3 persen tahun 2017.  Sedangkan balita naik dari kurus 9,5 persen pada tahun 2016 menjadi 14,5 persen tahun 2017, kondisi stunting 24,1 persen pada 2016 naik 25,9 di tahun 2017.

Kepala Bidang Penceganhan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatah Papua,  Aaron Rumainum,  mengatakan KLB di Distrik Agats, Kabupaten Asmat bermula dari gizi buruk, dan taka ada kesadaran masyarakat memvaksin Balitanya.

“Meski kami sadar bahwa memang petugas kesehatan yang ada di wilayah Distrik Agats hanya tinggal petugas yang honorer, sedangkan yang ASN sudah meninggalkan tempat tugas tanpa alasan yang jelas,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tak ada sinkronisasi pelimpahan Kab/Kota ke provinsi, gaji guru terlambat

Selanjutnya

KLB Campak di Agats tidak dilaporkan secara rinci

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4841x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4252x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4078x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3452x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2909x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe