Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. KLB Campak di Agats tidak dilaporkan secara rinci
  • Senin, 15 Januari 2018 — 17:28
  • 867x views

KLB Campak di Agats tidak dilaporkan secara rinci

Rumas sakit umum daerah (RSUD) Asmat hanya menyatakan banyak kasus Campak di Agats,  namun tidak melaporkan berapa yang terjangkit penyakit dan sudah berapa yang telah ditangani.
Kadinkes Papua, drg. Aloysius Giyai (kiri) didampingi Kepala Bidang Penceganhan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatah Papua, dr. Aaron Rumainum saat memberikan keterangan pers – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura , Jubi- Kejadian luar biasa (KLB) Campak di Agats, kabupaten Asmat  tidak dilaporkan secara rinci kepada dinas kesehatan Dinkes Papua. Rumas sakit umum daerah (RSUD) Asmat hanya menyatakan banyak kasus Campak di Agats,  namun tidak melaporkan berapa yang terjangkit penyakit dan sudah berapa yang telah ditangani.

“Atas dasar laporan tersebut, Dinkes Papua menganjurkan dilakukan pengambilan sampel dan segera melakukan koordinasi dengan puskesmas Agats,” kata Kepala Bidang Penceganhan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatah Papua,  Aaron Rumainum, Senin (15/1/2018).

Menurut Rumainum data didapatkan pada pekan ke-45 dari tanggal 5 hingga 11 November  yang menemukan terdapat 36 kasus campak. “Setelah ada koordinas antara Puskesmas Agats dan RSUD Asmat maka. Dinkes Asmat serta Puskesmas Agast langsung menindaklanjuti dengan sweeping kasus,” kata Rumainum menambahkan.

Ia sudah memberikan peringatan berhati-hati karena wilayah pesisir Selatan sudah melewati “honey moon”, setelah mendapatkan laporan. Tercatat KLB Campak terbesar terakhir terjadi pada tahun 2010 dan 2011 dan Asmat tidak termasuk kabupaten yang melakukan Crash atau program campak pada tahun 2015.

Tercatat  pada tanggal 3 Oktober 2017 ditemukan kasus pertama atas nama seoarang pasien balita  berinisial MC berusia 2 taun. Balita laki-laki itu mengalami gejala demam dan rash  atau bintik-bintik merah pada kulit.

Sedangkan tanggal 4 hingga 29 Oktober 2017 ditemukan lagi 47 kasus campak yang dirawat di RSUD Agats. Dengan begitu totalnya penderita campak mencapai 48 kasus pada medio Oktober 2017 lalu.

“Data terakhir yang diterima Dinkes Papua per tanggal 13 Januari 2018 tentang laporan kasus Campak yang dirawat di RSUD Agats sebanyak 568 kasus,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai, menytakan telah mencarter pesawat mendistribusikan sedikitnya 6 ton Pemberian Makanan Tambahan (PTM) langsung ke Distrik Agats, Kabupaten Asmat. Bantuan itu untuk menghadapi Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di daerah setempat yang telah telah menewaskan sedikitnya 51 penderita.

“Hari ini kami terbangkan 3 ton PMT, dan besoknya tambah 3 ton lagi. Jadi dua kali flights. Ini untuk memutus mata rantai kematian tersebut,” kata Aloysius Giyai. (*)

 

loading...

Sebelumnya

KLB campak di Asmat, Dinkes Papua kirim 6 ton PMT

Selanjutnya

Kinerja sistem kewaspadaan dini Kabupaten Asmat rendah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5743x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2856x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2754x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe