Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. KLB Campak di Agats tidak dilaporkan secara rinci
  • Senin, 15 Januari 2018 — 17:28
  • 1217x views

KLB Campak di Agats tidak dilaporkan secara rinci

Rumas sakit umum daerah (RSUD) Asmat hanya menyatakan banyak kasus Campak di Agats,  namun tidak melaporkan berapa yang terjangkit penyakit dan sudah berapa yang telah ditangani.
Kadinkes Papua, drg. Aloysius Giyai (kiri) didampingi Kepala Bidang Penceganhan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatah Papua, dr. Aaron Rumainum saat memberikan keterangan pers – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura , Jubi- Kejadian luar biasa (KLB) Campak di Agats, kabupaten Asmat  tidak dilaporkan secara rinci kepada dinas kesehatan Dinkes Papua. Rumas sakit umum daerah (RSUD) Asmat hanya menyatakan banyak kasus Campak di Agats,  namun tidak melaporkan berapa yang terjangkit penyakit dan sudah berapa yang telah ditangani.

“Atas dasar laporan tersebut, Dinkes Papua menganjurkan dilakukan pengambilan sampel dan segera melakukan koordinasi dengan puskesmas Agats,” kata Kepala Bidang Penceganhan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatah Papua,  Aaron Rumainum, Senin (15/1/2018).

Menurut Rumainum data didapatkan pada pekan ke-45 dari tanggal 5 hingga 11 November  yang menemukan terdapat 36 kasus campak. “Setelah ada koordinas antara Puskesmas Agats dan RSUD Asmat maka. Dinkes Asmat serta Puskesmas Agast langsung menindaklanjuti dengan sweeping kasus,” kata Rumainum menambahkan.

Ia sudah memberikan peringatan berhati-hati karena wilayah pesisir Selatan sudah melewati “honey moon”, setelah mendapatkan laporan. Tercatat KLB Campak terbesar terakhir terjadi pada tahun 2010 dan 2011 dan Asmat tidak termasuk kabupaten yang melakukan Crash atau program campak pada tahun 2015.

Tercatat  pada tanggal 3 Oktober 2017 ditemukan kasus pertama atas nama seoarang pasien balita  berinisial MC berusia 2 taun. Balita laki-laki itu mengalami gejala demam dan rash  atau bintik-bintik merah pada kulit.

Sedangkan tanggal 4 hingga 29 Oktober 2017 ditemukan lagi 47 kasus campak yang dirawat di RSUD Agats. Dengan begitu totalnya penderita campak mencapai 48 kasus pada medio Oktober 2017 lalu.

“Data terakhir yang diterima Dinkes Papua per tanggal 13 Januari 2018 tentang laporan kasus Campak yang dirawat di RSUD Agats sebanyak 568 kasus,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai, menytakan telah mencarter pesawat mendistribusikan sedikitnya 6 ton Pemberian Makanan Tambahan (PTM) langsung ke Distrik Agats, Kabupaten Asmat. Bantuan itu untuk menghadapi Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di daerah setempat yang telah telah menewaskan sedikitnya 51 penderita.

“Hari ini kami terbangkan 3 ton PMT, dan besoknya tambah 3 ton lagi. Jadi dua kali flights. Ini untuk memutus mata rantai kematian tersebut,” kata Aloysius Giyai. (*)

 

loading...

Sebelumnya

KLB campak di Asmat, Dinkes Papua kirim 6 ton PMT

Selanjutnya

Kinerja sistem kewaspadaan dini Kabupaten Asmat rendah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6267x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5849x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 4012x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe