Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Gempa Kendari tidak berpotensi tsunami
  • Minggu, 30 Oktober 2016 — 16:23
  • 2290x views

Gempa Kendari tidak berpotensi tsunami

Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rosa Amelia mengatakan gempa berkekuatan 4,3 Skala Richter yang terjadi pada Minggu (30/10/2016) siang di Kendari tidak berpotensi tsunami.
Ilustrasi. Seorang petugas di BMKG tengah mendata kekuatan gempa. –tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Kendari, Jubi - Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rosa Amelia mengatakan gempa berkekuatan 4,3 Skala Richter yang terjadi pada Minggu (30/10/2016) siang di Kendari tidak berpotensi tsunami.

"Untuk itu kepada masyarakat di daerah pesisir Kendari diimbau agar tetap tenang karena gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Rosa Amelia di Kendari.

Sebelumnya, diinfokan pada Minggu, 30 Oktober 2016, terjadi gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kendari, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi terjadi pada pukul 12.42.45 Wita dengan kekuatan 4,3 Skala Richter dengan episenter terletak pada koordinat 3,86 LS dan 122,34 BT, "Tepatnya di darat pada jarak 28 km arah barat laut Kota Kendari pada kedalaman 10 kilometer," katanya.

Rosa menjelaskan, peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan kuat dirasakan di beberapa daerah seperti Kendari, Sambuli, Lambo, Ammusu, Awoliki, dan Tambua dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III MMI).

"Laporan yang kami peroleh saat terjadi gempa, beberapa warga di daerah ini dilaporkan sempat berlarian keluar rumah untuk mencoba meyelamatkan diri," katanya.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya kata Rosa Amelia, tampak bahwa gempa bumi ini merupakan gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar aktif Lawanopo.

"Sesar Lawanopo merupakan sesar mendatar mengiri (sinistral strike-slip) yang berarah barat laut-tenggara dan memanjang sekitar 260 kilometer dari utara Malili sampai Tanjung Toronipa," katanya.

Ujung barat laut sesar ini kata Rosa, menyambung dengan Sesar Matano, sementara ujung tenggara bersambung dengan Sesar Hamilton yang memotong sesar naik Tolo (Tolo Thrust).

"Sesar ini disebut Lawanopo karena jalurnya membelah dataran Lawanopo. Sesar ini masih aktif hingga sekarang dan terbukti hari ini membangkitkan gempabumi yang mengguncang Kota Kendari dan sekitarnya," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Sulut ekspor tepung kelapa ke Jerman

Selanjutnya

Donggala kekurangan infrastruktur

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe