Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Perang antar suku di Timika meresahkan mahasiswa daerah
  • Senin, 15 Januari 2018 — 21:18
  • 5464x views

Perang antar suku di Timika meresahkan mahasiswa daerah

 Perang antar suku dan marga yang terjadi itu selain menimbulkan keadaan tegang, juga membuat mahasiswa yang  belajar di luar daerah tidak nyaman.
Mahasiswa Puncak ketika menggelar jumpa pers disalah satu cafe diwaena - Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Perang antar suku dan marga di Timika meresahkan mahasiswa asal daerah setempat.  Perang antar suku dan marga yang terjadi itu selain menimbulkan keadaan tegang, juga membuat mahasiswa yang  belajar di luar daerah tidak nyaman.

"Sehingga anak-anak mahasiswa pelajar Puncak yang berada di Kota Jayapura bahkan yang berada di kabupaten lain seperti di Biak Nabire termasuk se-jawa Bali merasa tidak tenang,” kata Ketua Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak, Aperau Kiwak, Senin (15/1/2018)

Ketegangan tersebut juga membuat mahasiswa  yang merantau kurang fokus belajar, karena memikirkan kondisi daerah asal yang sedang dilanda konflik. “Ketidaknyamanan akibat ketegangan yang dialami oleh orang tua atas konflik suku tersebut," kata Aperau Kiwak menambahkan.

Menurut dia, konflik ini sangat mengganggu konsentrasi dan fokus belajar mahasiswa pelajar yang ada di kota studi Jayapura karena merasa was-was, tidak tenang melakukan aktivitas aktivitas sehari-hari.

Aperau minta agar masalah yang ada di Kabupaten Mimika jangan dibawa hingga ke kota study Jayapura. “Sebab kita hanya datang ke sini tujuannya belajar sebagai mahasiswa,” katanya.

Ia juga minta kepada pemerintah kabupaten Puncak dan pemerintah Kabupaten Mimika mencegah agar konflik tidak berkepanjangan.

Sementara itu perwakilan senioritas, Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak, Detinus Magai, menyatakan  selama ini keresahan pelajar Puncak di kota Jayapura karena imbas politik yang terjadi di kabupaten Timika. “Tepatnya kondisi di Kwamki lama,” kata Detinus.

Selain itu ia menyayangkan beredar isu ada ancaman kepada mahasiswa. “Kami sebagai senior minta agar mahasiswa harus bersatu dan tidak terlibat dalam konflik antar marga yang terjadi di Timika,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

DPA Pemkab Jayawijaya 2018 telah disalurkan

Selanjutnya

Kekerasan berbasis gender di Jayawijaya menjadi perhatian USAID

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4863x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4285x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4147x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3484x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2932x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe