Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Warga Lereh keluhkan jalan rusak
  • Senin, 15 Januari 2018 — 21:56
  • 852x views

Warga Lereh keluhkan jalan rusak

“Jalan ini rusak bukan baru, tapi sudah lama, dan sampe sekarang belum perbaiki. Ada jembatan yang rusak. Habis bagaimana jembatan punya tiang di bawah tu kan kayu, jadi lapuk dan juga ada yang tidak bertahan lama,” kata seorang warga Juklere, Diton Wonda.
Dua kendraan saat melintas di jalan rusak di kampung Juklere - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Jalan darat adalah jalur penghubung antara kampung-kampung dan distrik menuju ke kota. Jalur Sentani-Juklere ke daerah perkebunan kelapa sawit ini terlihat kondisinya sangat memprihatinkan. Dari Nimbokrang  menuju Juklere sangat berbahaya dimana jalur ini jalannya sangat rusak parah.

Bagi pengendara yang baru melintas di jalur ini tentu butuh hati-hati dalam mengendarai mobil dan motornya. Beberapa ruasa jalan terlihat rusak, berlubang, dan hancur parah.

Pantauan Jubi, Senin (15/1/2018), selain kendaraan umum milik masyarakat, ada juga kendaraan yang mengangkut kayu dan truk tangki minyak milik perusahaan yang melintas di jalur ini.

Seorang warga Juklere, Diton Wonda, mengatakan jalur menuju area perkebunan kelapa sawit ini memang sangat rusak dan belum ada perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaikinya.

“Jalan ini rusak bukan baru, tapi sudah lama, dan sampe sekarang belum perbaiki. Ada jembatan yang rusak. Habis bagaimana jembatan punya tiang di bawah tu kan kayu, jadi lapuk dan juga ada yang tidak bertahan lama,” jelasnya.

Diton menjelaskan jalur dari Nimbokrang ini memang sudah rusak dan tentu akan membahayakan kendaraan umum lainnya yang melintas di jalur ini.

“Kalau hujan itu jalan punya licin saja, baru lobang-lobang, jadi memang harus hati-hati, tidak bisa buru-buru,”ucap Wonda.

Wonda menambahkan ada jalan yang dibuat pemerintah sehingga jalan itu di namakan jalan pemerintah.

“Ada jalan yang namanya jalan pemerintah. Itu pemerintah yang bangun. Cuma yang lain ini yang masih rusak,” jelas Wonda.

Asko, warga yang biasa melintasi jalan tersebut, mengatakan untuk melintas di jalan ini harus hati-hanti karena sangat lincin dan cukup berbahaya.

Ado saya saja takut bawa apalagi yang lain. Kalau hujan itu jalan ini kayak kita yang mandi becek,” katanya.

Asko berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan pemilik perusahan minyak di Juklere ini.

“Perusahankan besar to, kalau bisa bagnunlah jalan ini diperbaiki supaya masyarakat dan penduduk setempat itu berjalan di jalan yang baiklah,” pungkas Asko. (*)

loading...

Sebelumnya

Tiga perusahaan kebut pembangunan jembatan Hamadi-Holtekamp

Selanjutnya

Banyak lampu jalan di Kota Jayapura dalam kondisi rusak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2941x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2624x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1531x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1323x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe