Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Sebulan kuliah, perkuliahan FK Unipa macet lagi
  • Senin, 15 Januari 2018 — 22:26
  • 1624x views

Sebulan kuliah, perkuliahan FK Unipa macet lagi

Dalam rilis yang dikeluarkan BEM FK Unipa dalam akun instagram-nya, saat pertemuan mahasiswa dan orang tua dengan WK III Unipa, Rabu (10/1/2018), BEM FK Unipa mengetahui bahwa perkuliahaan yang sempat berlangsung sejak 7 November hingga 15 Desember 2017 lalu ternyata menggunakan dana talangan dari FK UI sebesar Rp 7,6 miliar.
Pertemuan mahasiswa dan orang tua dengan WK III Unipa, Rabu (10/1/2018) – Jubi/IST
Angela Flassy
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Manokwari, Jubi — Aktivitas perkuliahan Fakultas Kedokteran Universitas Papua yang berada di Sorong, Papua Barat, kembali macet. Pasca libur Natal dan Tahun Baru 2018, semestinya perkuliahan FK Unipa kembali aktif pada 5 Januari. Namun hingga saat ini perkuliahan belum berlangsung.

Kampus yang didirikan atas kerjasama tiga pihak, yakni Universitas Papua (Unipa), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), dan Pemerintah Kabupaten Sorong tersebut kembali tersandung masalah.

Dalam rilis yang dikeluarkan BEM FK Unipa dalam akun instagram-nya, saat pertemuan mahasiswa dan orang tua dengan WK III Unipa, Rabu (10/1/2018), BEM FK Unipa mengetahui bahwa perkuliahaan yang sempat berlangsung sejak 7 November hingga 15 Desember 2017 lalu ternyata menggunakan dana talangan dari FK UI sebesar Rp 7,6 miliar. FK Unipa baru mengirimkan dana sebesar Rp 3 miliar dan akan mengirimkan sisanya setelah FK UI menyerahkan laporan penyelenggaraan pendidikan dan laporan pertanggungjawaban. Tetapi FK UI memutuskan untuk menunda perkuliahaan hingga Unipa mentransfer dana sesuai laporan pertanggungjawaban (LPJ).

“Pada 28 Desember 2017, Unipa telah mengirimkan surat ke FK UI untuk mengirimkan LPJ keuangan yang baku. Sehari kemudian, FK UI mengirimkan LPJ tanpa disertai bukti otentik penggunaan dana. Sebab itu rektor masih menahan sisa dana pengampuan tersebut,” kata Plt. Ketua BEM FK Unipa, Wisnu G. Triwibowo, dalam rilisnya, Kamis (11/1/2018).

Dana hibah yang bersumber dari dana Otsus tersebut harus dilaporkan rektor Unipa ke Gubernur Papua Barat pada 10 Januari 2018, berdasarkan pakta integritas yang ditandatangai rektor Unipa tertanggal 23 Oktober 2017. Saat tak ada kesepakatan, Unipa mendatangi Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Namun pada 10 Januari Dirjen Belmawa gagal mempertemukan Wakil Rektor II Unipa dan Kepala SPI Unipa dengan pihak FK UI di Jakarta. Wakil Rektor II Unipa akhirnya hanya menyampaikan pesan rektor yang meminta FK UI berkomitmen untuk menyelesaikan LPJ sementara mahasiswa tetap berkuliah.

“Kami saat ini menunggu. Tetapi apabila hingga 17 Januari tidak ada perkuliahan. Kami akan melanjutkan aksi,” kata Wisnu.

Kampus FK Unipa yang berada di Aimas, Kabupaten Sorong tersebut memang terpisah dari rektorat Universitas Papua yang berada di Manokwari, Papua Barat. FK Unipa berdiri pada 2014. Kini memiliki tiga angkatan 2014, 2015, dan 2016 dengan total 101 mahasiswa. Status FK Unipa masih pada status pengampuan dari FK UI selama 5 tahun, sejak 2014 hingga 2019.

Namun sejak 2 Oktober 2016, mulai muncul permasalahan. Tidak adanya dosen yang didatangkan dari FK UI Jakarta untuk melakukan proses pembelajaran.

BEM FK Unipa melakukan aksi sejak Oktober 2016 ke Manokwari hingga harus ke Jakarta pada Februari 2017, untuk mengetahui sebab musabab dan mencari jalan keluar agar mereka dapat melanjutkan studi dan menggapai cita-cita mereka. Hasilnya ke-101 mahasiswa kembali berkuliah lagi, namun hanya sebulan, yakni sejak 26 Maret – 29 April 2017. Setelah itu vakum lagi.

Aksi kembali di lakukan BEM FK Unipa di Sorong, Manokwari dan Jakarta. Hingga pada 20 Juni 2017 dilakukan pertemuan di Kantor Gubernur Papua Barat yang dihadiri Dirjen Belmawa Kementerian Ristek Dikti, FKUI, FK Unipa, Rektorat Unipa, Gubernur Papua Barat dan beberapa pihak terkait permasalahan.

Mahasiswa menunggu hasil di luar dan dijanjikan akan berkuliah kembali pada 18 Agustus 2017. Namun janji tersebut tak terpenuhi karena perbedaan honor dosen UI dan dosen Unipa.

Kampus vakum hingga 27 September 2017. BEM FK Unipa kemudian mengutus lagi 7 orang perwakilan mahasiswa ke Jakarta untuk bertemu Presiden Joko Widodo. Dan hanya bertemu Staf khusus Lenis Kogoya. Hingga akhirnya terdapat kesepahaman dan perkuliahan berlangsung sejak 7 November hingga 15 Desember 2017 setelah setahun lebih perkuliahan vakum. Dan kini terhenti lagi akibat tarik menarik persoalan LPJ.

Wakil Ketua DPR Papua Barat, Ranley Mansawan, kepada Cahaya Papua mengaku prihatin atas nasib para mahasiswa kampus tersebut. Menurutnya, masalah anggaran sudah ditangani pemerintah Provinsi Papua Barat bersama kabupaten/kota.

Ia berpandangan permasalahan ini menyangkut komunikasi antara Unipa dengan UI. Untuk itu dua kampus tersebut diminta segera duduk bersama membahas serta mencari solusi terbaik. Pertemuan harus segera digelar agar kevakuman ini tidak berkepanjangan. Ia khawatir masalah ini berimbas pada semangat mahasiswa.

“Mereka (mahasiswa) punya harapan besar terhadap kampus. Begitupun pemerintah daerah. Jangan sampai para orang tua kecewa, termasuk pemerintah daerah,” katanya.

Informasi yang ia peroleh, masalah ini terkait laporan pertanggungjawaban. Ranley berharap masalah ini tuntas tanpa mengorbankan aktivitas kuliah.

“Perkuliahan harus tetap berjalan seperti biasa dan yang paling bertanggungjawab atas aktivitas kampus ini adalah Dekan Fakultas Kedokteran UI dan Rektor Unipa,’’ ujarnya lagi. (*)

loading...

Sebelumnya

Gerakan mahasiswa Fakfak tuntut transparansi

Selanjutnya

Pembangunan rumah dinas guru di pelosok, supaya tidak minta pindah ke kota

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6398x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3177x views
Otonomi |— Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2704x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2314x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe