Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Kinerja sistem kewaspadaan dini Kabupaten Asmat rendah
  • Selasa, 16 Januari 2018 — 10:13
  • 1207x views

Kinerja sistem kewaspadaan dini Kabupaten Asmat rendah

Bahkan disebutkan kinerja  sistem yang dibentuk pemerintah daerah itu  terendah jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.
Kadinkes Papua, drg. Aloysius Giyai (kiri) didampingi Kepala Bidang Penceganhan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatah Papua, dr. Aaron Rumainum saat memberikan keterangan pers – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi- Kinerja Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di Kabupaten Asmat sangat rendah, baik dari sisi ketepatan, kelengkapan, maupun respon alert. Bahkan disebutkan kinerja  sistem yang dibentuk pemerintah daerah itu  terendah jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.

“Padahal sistim SKDR pelaporannya hanya melalui pesan singkat atau SMS,” kata Kepala Bidang Penceganhan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatah Papua,  Aaron Rumainum, Senin (15/1/2018).

Padahal, menurut Rumainum, pada tahun 2016 SKDR rata-rata di puskesmas Tomor 15 persen, Agats 48 persen, Atsy 48 persen dan Sawaerma 48 persen. “Untuk tahun 2017 sama sekali tidak ada,” kata Rumainum,  menambahkan.

Terkait kasus KLB campak, RSUD Agats sudah melaporkan ke Dinkes Asmat namun responnya lambat, seperti halnya respon terhadap kasus Noma (Stomatitis gangrenosa) atas nama Puti Hatil dari kampung Afimabul beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai,  mengatakan pemerintah provinsi membentuk tim  yang akan diterbangkan ke wilayah Asmat  untuk pelayanan dan pemberian vaksin, menghadapi  KLB campak yang menimpa Kabupaten Asmat.

“Ada satu tim yang terdiri dari enam orang. Kami juga dibantu oleh TNI AD dan Kepolisian dibagian kesehatan,” kata Giyai.

Giyai yang juga plt. RSUD Jayapura menyebutkan campak sering menyerang bayi di bawah lima tahun dan anak gizi buruk. Tercatat status gizi buruk di Asmat terus meningkat, dari 7,3 persen pada 2016, meningkat  mencapai 14,3 persen tahun 2017. 

“Sedangkan balita naik dari kurus 9,5 persen pada tahun 2016 menjadi 14,5 persen tahun 2017, kondisi stunting 24,1 persen pada 2016 naik 25,9 di tahun 2017,” kata Giyai, menambahkan. (*)

 

loading...

Sebelumnya

KLB Campak di Agats tidak dilaporkan secara rinci

Selanjutnya

Generasi Papua sangat rentan terhadap penyakit

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe