Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Generasi Papua sangat rentan terhadap penyakit
  • Selasa, 16 Januari 2018 — 15:18
  • 695x views

Generasi Papua sangat rentan terhadap penyakit

Kematian dalam jumlah yang besar dapat terjadi pada orang Papua kapan saja, di semua kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat. 
Balita di Asmat saat diperiksa kesehatan oleh tim medis – Jubi/Ist Pa
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi –Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur, Pastor DR Neles Tebay, menyatakan sejumlah kasus kesehatan yang menimpa  anak dan balita di Papua menunjukan generasi Papua sangat rentan terhadap penyakit.

“Di antaranya kematian 61 anak Papua di Kabupaten Asmat, akibat serangan campak dan gizi buruk belum lama ini,” kata Neles Tebay, kepada Jubi, Selasa, (16/1/2017).

Ia menilai kematian dalam jumlah yang besar dapat terjadi pada orang Papua kapan saja, di semua kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat.  “Maka masalah kematian anak Papua tidak boleh dipandang remeh,” kata  Tebay menambahkan.

Kondisi yang menimpa calon generasi penerus di Papua itu terjadi karena Papua selama ini kekurangan tenaga medis, baik  dokter umum, dokter spesialis, mantri dan akses Puskesmas yang jauh dari penduduk. Selain itu akses Puskesmas yang tidak ada perawatnya, tidak tersedia obat-obat yang dibutuhkan rakyat biaya transportasi mahal dan  terisolirnya kampung  serta minimnya kesadaran hidup sehat.

“Semua alasan ini yang selama ini dijadikan sebagai factor  penyebab bila terjadi kasus kesehatan yang besar , kata  Tebay menegaskan.

Menurut dia, orang Papua tidak boleh terus menerus mengulangi kesalahan ini dan harus pikir terlibat dalam upaya penanggulangan masalah kesehatan dan memajukan hidup sehat. Termasuk menemukan  solusi  alternatif yang tepat-guna, sehingga tidak tergantung pada dokter, perawat, atau pihak-pihak lain.

“Orang Papua mesti memperlihatkan kemampuannya untuk memelihara kesehatannya sendiri, biarpun tidak ada dokter dan mantra,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, penanganan masalah kesehatan dan promosi hidup sehat di tanah Papua mesti dipandang sebagai tanggungjawab dari setiap dan semua pemangku kepentingan, termasuk orang Papua.

“Ada pemangku kepentingan lain selain pemerintah seperti perusahan-perusahan yang mengeksploitasi kekayaan alam Papua, ada lembaga keagamaan, lembaga gereja, lembaga adat, dan kelompok-kelompok seperti kelompok perempuan dan pemuda. Semua pemangku kepentingan ini dapat memberikan kontribusi yang khas dalam menangani masalah kesehatan dan mempromosikan hidup sehat di antara orang asli Papua. Bahkan setiap pribadi mesti bertanggungjawab atas perkembangan kesehatannya,” ungkapnya.

Menurtutnya, mereka perlu dipertemukan secara bersama dalam pertemuan, dan dilibatkan dalam diskusi yang membahas tentang sektor kesehatan dan mencarikan secara bersama solusi-solusi yang dapat dilaksanakan.

“Dialog sektoral perlu dilaksanakan di setiap kabupaten. Dalam dialog sektoral ini, semua pemangku kepentingan yang berkompeten dan berpengalaman dalam urusan kesehatan diundang sebagai peserta dialog.  Dialog tentang sektor kesehatan melibatkan pemertintah, pihak swasta, dan masyarakat,” katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatah Papua,  Aaron Rumainum, menyayangkan kasus kematian balita secara masal di Kabupaten  Asmat. Kondisi itu juga dipengaruhi rendahnya kinerja Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di daerah setempat.

“Sangat rendah, baik dari sisi ketepatan, kelengkapan, maupun respon alert,” kata Rumainum.  

Bahkan ia menyeutkan kinerja  sistem yang dibentuk pemerintah daerah itu  terendah jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. “Padahal sistim SKDR pelaporannya hanya melalui pesan singkat atau SMS,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kinerja sistem kewaspadaan dini Kabupaten Asmat rendah

Selanjutnya

KLB Asmat contoh pelayanan pemerintah yang buruk

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4878x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2803x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2702x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe