Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Kekerasan berbasis gender di Jayawijaya menjadi perhatian USAID
  • Selasa, 16 Januari 2018 — 18:00
  • 1117x views

Kekerasan berbasis gender di Jayawijaya menjadi perhatian USAID

Lembaga itu menggelar  pertemuan dengan pemerintah Kabupaten Jayawijaya  melakukan monitoring program pencegahan kekerasan berbasis gender di wilayah tersebut.
Pertemuan USAID bersama pemda Jayawijaya di ruang Asisten I Sekda Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Kekerasan berbasis gender di Jayawijaya menjadi perhatian United States Agency for International Development (USAID), lembaga itu menggelar  pertemuan dengan pemerintah Kabupaten Jayawijaya  melakukan monitoring program pencegahan kekerasan berbasis gender di wilayah tersebut.

“Monitoring yang dilakukan untuk meminimalisir tindakan kekerasan berbasis gender di Kabupaten Jayawijaya,” kata  Asisten I Sekda Jayawijaya, Tinggal Wusono  kepada wartawan usai pertemuan, Selasa (16/1/2017).

Terdapat dua daerah intervensi USAID, masing-masing distrik Asologaima dan distrik Wamena Kota. “Dengan adanya monitoring itu harapan kami terjadi penurunan tingkat kasus kekerasan di masyarakat, khususnya yang menyangkut perempuan dan anak,” kataTinggal menambahkan.

Ia berharap ada intervensi memberikan penguatan terkait tata kelola, baik pada dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Jayawijaya maupun pada pemerintahan distrik dan kampung.

Tinggal menyadari selama ini kasus  kekerasan terhadap perempuan di daerahnya masih sering terjadi. Dengan adanya dukungan program kerja sama itu diharapkan tingkat kekerasan terhadap perempuan semakin berkurang.

Perhatian yang dilakukan USAID sangat menyeluruh, pada tahap awal memang akan memetakan apa dan daerah mana yang akan menjadi intervensi. “Dari peta itu nantinya secara bertahap akan dilakukan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program yang sudah ditentukan,” kata Tinggal menjelaskan.

Pemkab Jayawijaya minta  program penekanan angka kekerasan teradap perempuan melibatkan kaum pria sebagai pihak yang terlibat dalam kekerasan agar mengetahui secara baik hak perempuan dan anak. Selain itu juga kewajiban  pria yang bisa terbangun di lingkungan kampung itu sendiri.

Project management specialist-AOR bersama project dari USAID Bersama, Maureen Laisang,  mengatakan selama monitoring di Jayawijaya tim USAID juga mengunjungi dan berdiskusi dengan masyarakat di Kampung Wamaroma, Distrik Wamena kota dan juga sejumlah NGO lokal seperti Yayasan Humiinane dan juga Yayasan Teratai Hati Papua (YTHP).

“Hari ini kami bertemu pemerintah kabupaten Jayawijaya baik Sekda, Bappeda maupun dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan KB,” kata Maureen.

Pertemuan itu untuk melihat perkembangan program serta model kerja sama ke yang hendak dilakukan. (*)

loading...

Sebelumnya

Perang antar suku di Timika meresahkan mahasiswa daerah

Selanjutnya

Pendaftaran calon Pilkada Jayawijaya diperpanjang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6396x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3176x views
Otonomi |— Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2704x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2314x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe