Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Marah di rumah sakit, ketua komisi I DPRD Biak siap terima sanksi
  • Rabu, 17 Januari 2018 — 13:48
  • 744x views

Marah di rumah sakit, ketua komisi I DPRD Biak siap terima sanksi

Adolf Baransano diduga melanggar etik saat marah terhadap tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas B Biak.
ilustrasi, kantor DPRD Biak Numfor-Jubi/ist
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Biak, Jubi- Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Biak Numfor, Adolf Baransano, menyatakan siap menerima sanksi dari Badan Kehormatan dewan, terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik. Adolf Baransano diduga melanggar etik saat marah terhadap tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas B Biak.

“Saya terima apa pun keputusan,” kata Adolf Baransano, dikutip Antara, Rabu (17/1/2018)

Adolf mengaku marah saat meinjau RSUD biak Numfor  dalam rangka menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang berobat sehubungan dengan kehabisan obat. Menurut dia, sebagai anggota dewan, dia berkewajiban mengecek dan melihat langsung kondisi pelayanan kesehatan di RSUD Kelas B Biak.

"Teguran dan kemarahan saya kepada tenaga dokter dan perawat yang berjaga dinas tidak bermaksud merendahkan profesi dokter, tetapi bentuk tupoksi anggota DPRD dalam menjalankan pengawasan terhadap berbagai program,” kata Adolf, menjelaskan.

Ia mengakui naik pitam saat menegur tenaga medis, karena terbawa emosi dengan kondisi yang terjadi di rumah sakit tersebut. Atas kejadian yang tidak menyenangkan dialami tenaga medis, Senin malam, dirinya menyampaikan permohonan maaf untuk kelurga besar manajemen RSUD Kelas B Biak. “Atas nama pribadi dan lembaga DPRD, saya moho maaf,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Biak, Zetth Sandy, mengatakan kasus dugaan pelanggaarn kode etik oleh anggota Dewan Biak sepenuhnya Badan Kehormatan DPRD setempat yang akan menanganinya.

"Pelaporan dugaan pelanggaran kode etik kepada anggota DPRD harus berdasarkan laporan dan bukti-bukti yang valid,” kata Zetth Sandy.

Bukti itu menjadi bahan bagi Badan Kehormatan melakukan verifikasi sebelum pemberian sanksi sesuai dengan aturan.

Kemarahan anggota dewan itu membuat ratusan petugas medis RSUD Biak Numfor mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Biak, Selasa, (16/1/2018). Mereka tak terima dengan pernyataan dan sikap Ketua Komisi I DPRD Biak Sdolf Baransano yang memarahi dan menegur tenaga medis saat berjaga terkait dengan kehabisan obat. (*)

loading...

Sebelumnya

Alasan ketua komisi I DPRD Biak marah di rumah sakit

Selanjutnya

Masyarakat Nabire mengaku puas menonton band-band legendaris Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4876x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2803x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2702x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe