Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Kios di pasar lama Sentani dibangun di tanah milik pemerintah 
  • Rabu, 17 Januari 2018 — 14:14
  • 509x views

Kios di pasar lama Sentani dibangun di tanah milik pemerintah 

"Setelah pasar terbakar beberapa tahun lalu, lahan kosong didepan masjid Babul Jannah yang ada di pasar lama dibuatkan pagar keliling. Di dalam kompleks masjid tersebut ada fasilitas olahraga yaitu lapangan basket dan voli pantai. Sekarang tembok bagian depan pinggir jalan raya sudah dibongkar dan berdiri warung dan kios. Ini tanah masih milik pemerintah daerah," ujar Moses Kallem.
Kios dan warung di pasar lama Sentani - Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Jayapura,  Moses Kallem, mempertanyakan legalitas kios dan warung yang ada di pinggiran jalan pasar lama Sentani. Menurutnya, warung dan kios itu dibangun di atas tanah milik Pemerintah kabupaten Jayapura.

"Setelah pasar terbakar beberapa tahun lalu, lahan kosong didepan masjid Babul Jannah yang ada di pasar lama dibuatkan pagar keliling. Di dalam kompleks masjid tersebut ada fasilitas olahraga yaitu lapangan basket dan voli pantai. Sekarang tembok bagian depan pinggir jalan raya sudah dibongkar dan berdiri warung dan kios. Ini tanah masih milik pemerintah daerah," ujar Moses Kallem, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/1/2018).

Moses minta Pemkab Jayapura segera mengambilalih kembali lahan tersebut dan segera menata ulang menjadi fasilitas umum yang sesuai dengan kebutuhan dan bisa dinikmati warga sekitar. Misalnya, membuat ruang terbuka hijau dan membangun fasilitas olahraga.

"Rencana awal, pembangunan pasar yang luas itu di daerah kampung Toware distrik Waibhu. Dengan pertimbangan jalur pesawat terbang dan pengembangan bandara Sentani menuju bandara internasional, rencana tersebut diurungkan. Akhirnya dibangun pasar baru di daerah Pharaa, yang saat ini sebut sebagai pasar Pharaa Sentani. Sebagai wakil rakyat kami berharap agar pengembangan sumber-sumber pendapatan ekonomi masyarakat ini harus dikelola dan ditata dengan baik sehingga membawa dampak yang baik bagi semua masyarakat," ungkapnya.

Nurdin, pemilik salah satu warung di pasar lama Sentani, mengaku dirinya membangun warung setelah tembok pagar di areal masjid dibongkar. Pembangunan warung tersebut atas izin pemilik hak ulayat yang diberikan kepada orang ketiga untuk mengelola tempat tersebut.

"Paling sedikit kami memberikan upeti setiap tiga bulan sekali antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta kepada pemilik hak ulayat melalui orang suruhannya. Kami juga tidak tahu siapa pemilik hak ulayat atas tanah ini. Kami hanya tahu berjualan saja, mengadu nasib sama dengan rekan yang lain," tukasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati Jayapura ajak generasi muda jaga dan cintai lingkungan

Selanjutnya

DPRD: Pasar untuk jual beli bukan pemukiman

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 2744x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2555x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2382x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe