Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. DPRD: Pasar untuk jual beli bukan pemukiman
  • Rabu, 17 Januari 2018 — 15:19
  • 752x views

DPRD: Pasar untuk jual beli bukan pemukiman

"Pengelolaan pasar harus lebih banyak kepada kepentingan pedagang dan masyarakat lokal. Tidak boleh ada pemukiman warga di dalam pasar. Pagi hari pasar dibuka dan pada malam hari setelah semua aktivitas di pasar itu selesai, pasar harus ditutup," ujar Moses Kallem.
Pedagang yang berjualan di gedung baru pasar Pharaa Sentani - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jayapura, Moses Kallem, minta instansi terkait untuk menata pasar dengan baik dan harus berdampak serta menjadi kepentingan masyarakat lokal.

Menurutnya, pasar adalah tempat dilakukan transaksi jual beli untuk mendukung serta meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan pendapatan asli bagi daerah. Tidak perlu lagi dalam pengelolaannya ada pemukiman atau tempat tinggal bagi para pedagang di pasar tersebut.

"Pengelolaan pasar harus lebih banyak kepada kepentingan pedagang dan masyarakat lokal. Tidak boleh ada pemukiman warga di dalam pasar. Pagi hari pasar dibuka dan pada malam hari setelah semua aktivitas di pasar itu selesai, pasar harus ditutup," ujar Moses Kallem, saat ditemui di Kantor DPRD kabupaten Jayapuara, di Gunung Merah Sentani, Rabu (17/1/2018).

Terkait pasar lama, kata Kallem, pemerintah kurang tegas dalam penanganannya. Dampak saat ini, kondisi bekas pasar lama Sentani kumuh dan sering menjadi bahan sungutan warga yang melintas di jalan pasar lama karena arus lalu lintas yang macet panjang.

"Pedagang di pasar lama meletakkan barang dagangannya hingga ke badan jalan. Dampaknya arus lalu lintas macet. Kasihan juga barang dagangannya. Pembeli yang berniat membeli akan berpikir dua kali karena dagangan dijajakan di tempat yang kurang layak. Oleh sebab itu, pemerintah juga harus tegas terhadap hal ini," jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) kabupaten Jayapura, Pieter Yom, mengatakan pihaknya tetap berupaya memindahkan pasar dan ‘pasar kaget’ di seputara kota Sentani yang tidak memiliki izin operasional.

"Proses ini tidak mudah. Kami harus melakukan sosialisasi dulu kepada masyarakat sehingga dalam prosesnya tidak meninggalkan kesan buruk pemerintah di tengah masyarakat. Yang jelas, di pasar tidak boleh ada pemukiman warga," ungkapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kios di pasar lama Sentani dibangun di tanah milik pemerintah 

Selanjutnya

Pembukaan masa sidang I DPRD Jayapura tahun 2018 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe