Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Dogiyai wajibkan warganya mengenakan noken
  • Rabu, 17 Januari 2018 — 16:26
  • 1248x views

Dogiyai wajibkan warganya mengenakan noken

Hal itu disampaikan Dumupa  langsung  saat pesta rakyat di Idakebo, Distrik Kamuu Utara.
Bupati Yakobus Dumupa dan Wakil Bupati Oskar Makai saat mengalungkan noken anggrek dari komunitas Bunani di Idakebo, Kamuu Utara – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi –Bupati Kabupaten Dogiyai, Papua, Yakobus Dumupa, meminta kepada seluruh warganya membawa noken dalam kehidupan sehari hari. Hal itu disampaikan Dumupa  langsung  saat pesta rakyat di Idakebo, Distrik Kamuu Utara.

“Saya minta kepada semua orang di Dogiyai, entah orang asli Papua maupun non Papua yang ada Dogiyai wajib membawa noken, walaupun bawa tas buatan pabrik, tapi noken diharus dibawa,” ujar Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa.

“Kalau tidak bawa noken berarti tidak menghargai dirinya sendiri, tudak menghargai budayanya, tidak menghargai adatnya, tidak menghargai orangtuanya, mamanya, bapaknya,” kata Dumupa, menambahkan .

Bagi dia, noken merupakan rahim yang patut dihormati dan hargai oleh setiap orang. Apa lagi noken sudah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh Unesco pada 4 Desember 2012,  sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Menurut Dumupa, noken hanya ditemukan di Papua dan  tidak ada di tempat lain hal itu menjadi alasan sebabnya  ia mewajibkan mengenakan noken.   Dumupa mengaku sebagai sebagai anak adat dan anak budaya yang pernah menjabat ketua kelompk kerja adat di MRP selama dua periode, hal ini menjadi alasan ia bertekad melestarikan nilai-nilai kebudayaan tersebut.

Ketua komunitas Bunani, Yan Goo,  mengibaratkan pemeritahan Dumupa-Makai dan noken diibaratkan sehelai baju yang melekat pada setiap orang Papua, terutama masyarakat Dogiyai.

“Jadilah anak noken yang baik. Kerjalah dalam bungkusan noken. Maka ke mana pun pergi dan di mana pun berada, kami minta selalu ada noken yang melekat di tubuh,” kata Yan Goo.

Imbauan mengenakan Noken juga berlaku bagi para pejabat di Dogiyai. Menurut dia,  noken di Papua terdiri dari berbagai jenis dan warna, tetapi yang sama adalah bahan bakunya yang diambil dari alam setempat, seperti daun sagu muda, kulit kayu, atau batang bunga anggrek. (*)

loading...

Sebelumnya

Dua Paslon Parpol Pilkada Paniai lolos verifikasi administrasi

Selanjutnya

Dukung Pilkada Paniai 2018 tanpa tekanan massa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6062x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5690x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3739x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe