Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Masyarakat Nabire mengaku puas menonton band-band legendaris Papua
  • Rabu, 17 Januari 2018 — 16:43
  • 1366x views

Masyarakat Nabire mengaku puas menonton band-band legendaris Papua

"Saya sangat terhibur dengan penampilan mereka. Walaupun memang personelnya tidak lengkap, tapi lagu-lagu yang dorang nyanyikan, kedengarannya seperti dulu," akunya.
Sandhy Betay saat membawakan lagu Black Brothers - Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Masyarakat Nabire yang menyaksikan konser dan alunan tembang-tembang kenangan yang dinyanyikan para personel Black Colection Band (BCB), mengaku sangat terhibur, Selasa malam (16/01/2018).

BCB adalah gabungan grup band legendaris asal Papua yang terdiri dari band-band lawas seperti Black Brothers, Black Papas, Black Sweet, Black Coconuts, dan Abreso.

Mereka merupakan penyanyi-penyanyi legendaris asal Papua yang hingga kini lagunya masih dirindukan masyarakat Papua. Namun uniknya beberapa orang personelnya bukan hanya Orang Asli Papua (OAP), tetapi mereka campuran non-OAP, di antaranya ada dari Kei (Maluku), Bugis, serta beberapa daerah lainnya.

Malam itu, dari pantauan Jubi, kendati hujan, penonton tetap antusias memadati konser untuk melihat dan mendengar langsung Sandhy Betay dan kawan-kawannya bernyanyi.

Salah seorang Penonton, Theis Bisararisi, mengaku kerinduannya akan band-band legendaris tersebut akhirnya terobati.

"Saya sangat terhibur dengan penampilan mereka. Walaupun memang personelnya tidak lengkap, tapi lagu-lagu yang dorang nyanyikan, kedengarannya seperti dulu," akunya.

Menurut Theis yang kini berusia 53 tahun, lagu-lagu Black Brothers dan Black Papas hits saat dirinya masih kelas satu SMA.

"Saat itu, belum ada penyanyi asal Papua yang sehebat dua grup band tersebut. Waktu itu dong dua (Black Brothers dan Black Papas) yang hebat sampai bisa ke luar daerah di Jawa sana. Bahkan lagu dorang masih hangat sampai sekarang," ujarnya.

Penonton lainnya, Faldo Sanggenafa, mengatakan bangga dan berterimakasih karena grup-grup legendaris itu, mau mengunjungi dan menghibur masyarakat Nabire.

"Mereka adalah penyanyi dari masa ke masa yang lagu-lagunya tak lekang oleh waktu," katanya.

Faldo berharap semoga tumbuh bibit-bibit penyanyi dan pemusik dari kalangan anak muda Papua, yang bisa mengikuti jejak BCB.

"Ada banyak saudara-saudara kita yang punya bakat. Semoga mereka bisa seperti kakak-kakak kita ini," katanya.

Penonton lainnya, Nurmala, mengatakan kendati dirinya non-OAP, namun ia mengaku senang mendengar tembang-tembang dari BCB. "Saya senang sebab lagu-lagunya sangat bagus. Tidak kalah dengan grup band lainnya di ibu kota," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Marah di rumah sakit, ketua komisi I DPRD Biak siap terima sanksi

Selanjutnya

Jenis usaha permainan anak-anak menjamur di Pantai Nabire

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6656x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3304x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 2728x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2365x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe