Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Gubernur inginkan data valid kematian 58 anak di Asmat
  • Rabu, 17 Januari 2018 — 17:35
  • 917x views

Gubernur inginkan data valid kematian 58 anak di Asmat

Pemprov Papua menurunkan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan.
Gubernur Papua Lukas Enembe bersama Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giyai - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe menginginkan data lebih valid mengenai 58 anak yang dinyatakan meninggal akibat wabah campak dan gizi buruk di kabupaten Asmat. Pemprov Papua menurunkan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan.

"Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk turunkan tim ke Asmat, guna memastikan nama, jenis kelamin, alamat hingga nama orang tua dari 58 anak yang dinyatakan meninggal," kata Enembe kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (17/1/2018).

Ia mengakui selama ini masyarakat Asmat hidupnya selalu berpinda-pindah, sehingga Pemerintah Provinsi Papua merasa perlu ada pendataan secara rinci mengenai anak-anak yang meninggal akibat wabah campak.

"Masyarakat Asmat ini hidupnya di sungai, kami harap kejadian ini bisa tertangani secara baik dan tidak terulang lagi," ujar Enembe menambahkan.

.Menurut dia, kejadian di Asmat sebelumnya pernah terjadi di Kabupaten Nduga, Deiyai, Korowai, dan Yahukimo. Enembe menyatakan agar tak saling menyalahkan, meski dana besar sudah digelontorkan ke kabupaten dan kota di daerahnya, termasuk di Asmat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai, mengatakan hari ini tim dari Dinas Kesehatan sudah mencarter pesawat turun langsung ke Asmat, tim itu juga membawa logistik.

"Jadi tidak hanya obat-obatan yang dibawa oleh tim, tetapi makanan tambahan seperti susu dan lainnya juga di bawa," kata Giyai.

Dinas kesehatan akan meminta biodata lengkap masyarakat yang meninggal, untuk mendapat bukti akurat. "Bila perlu sampai dimana tempat mereka dimakamkan, karena SOP-nya memang seperti itu," katanya.

Menurut dia Dinas Kesehatan tidak akan menanggapi berita yang sudah ada selama bukti-bukti belum didapat. Hal itu karena laporan kematian tidak bisa hanya mengacu laporan yang asal berdasarkan cerita. “Bahwa kampung ini meninggal 10 orang dan kemudian di follow up menjadi berita nasional,” kata Giyai mejelaskan.

Ia  sedang menuggu  antara dua hingga tiga hari untuk mendapat laporan dari tim yang diturunkan. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Papua minta ASN jalankan program lebih baik

Selanjutnya

Dinkes Papua pertanyakan dana kesehatan di Asmat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2963x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2630x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1535x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1359x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe