Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Gubernur inginkan data valid kematian 58 anak di Asmat
  • Rabu, 17 Januari 2018 — 17:35
  • 771x views

Gubernur inginkan data valid kematian 58 anak di Asmat

Pemprov Papua menurunkan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan.
Gubernur Papua Lukas Enembe bersama Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giyai - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe menginginkan data lebih valid mengenai 58 anak yang dinyatakan meninggal akibat wabah campak dan gizi buruk di kabupaten Asmat. Pemprov Papua menurunkan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan.

"Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk turunkan tim ke Asmat, guna memastikan nama, jenis kelamin, alamat hingga nama orang tua dari 58 anak yang dinyatakan meninggal," kata Enembe kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (17/1/2018).

Ia mengakui selama ini masyarakat Asmat hidupnya selalu berpinda-pindah, sehingga Pemerintah Provinsi Papua merasa perlu ada pendataan secara rinci mengenai anak-anak yang meninggal akibat wabah campak.

"Masyarakat Asmat ini hidupnya di sungai, kami harap kejadian ini bisa tertangani secara baik dan tidak terulang lagi," ujar Enembe menambahkan.

.Menurut dia, kejadian di Asmat sebelumnya pernah terjadi di Kabupaten Nduga, Deiyai, Korowai, dan Yahukimo. Enembe menyatakan agar tak saling menyalahkan, meski dana besar sudah digelontorkan ke kabupaten dan kota di daerahnya, termasuk di Asmat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai, mengatakan hari ini tim dari Dinas Kesehatan sudah mencarter pesawat turun langsung ke Asmat, tim itu juga membawa logistik.

"Jadi tidak hanya obat-obatan yang dibawa oleh tim, tetapi makanan tambahan seperti susu dan lainnya juga di bawa," kata Giyai.

Dinas kesehatan akan meminta biodata lengkap masyarakat yang meninggal, untuk mendapat bukti akurat. "Bila perlu sampai dimana tempat mereka dimakamkan, karena SOP-nya memang seperti itu," katanya.

Menurut dia Dinas Kesehatan tidak akan menanggapi berita yang sudah ada selama bukti-bukti belum didapat. Hal itu karena laporan kematian tidak bisa hanya mengacu laporan yang asal berdasarkan cerita. “Bahwa kampung ini meninggal 10 orang dan kemudian di follow up menjadi berita nasional,” kata Giyai mejelaskan.

Ia  sedang menuggu  antara dua hingga tiga hari untuk mendapat laporan dari tim yang diturunkan. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Papua minta ASN jalankan program lebih baik

Selanjutnya

Dinkes Papua pertanyakan dana kesehatan di Asmat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6398x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3177x views
Otonomi |— Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2704x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2314x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe