Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Dua sisi koin bantuan Tiongkok di Pasifik
  • Kamis, 18 Januari 2018 — 08:46
  • 1549x views

Dua sisi koin bantuan Tiongkok di Pasifik

Meskipun kekhawatirannya dapat dipahami, penyampaiannya yang blak-blakan terlihat tidak konstruktif dan telah menyebabkan dampak politik dan diplomatik cukup besar dengan Tiongkok. Apakah bantuan Republik Rakyat Tiongkok di Pasifik tidak berguna? Jawabannya tidak sesederhana itu.
Perdana Menteri Fiji Frank Bainimarama and Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping, Juli 2015 - The Interpreter/Andy Wong/Getty Images
Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jakarta, Jubi - Kawasan Pasifik kembali menjadi berita utama di seluruh Australia setelah Menteri Australia untuk Pembangunan Internasional dan Pasifik, Senator Concetta Fierravanti-Wells mengritik bantuan Tiongkok di wilayah tersebut.

‘Tidak berguna’ adalah kata yang digunakan Senator Fierravanti-Wells dalam menggambarkan proyek-proyek bantuan Tiongkok, memancing negara-negara miskin untuk terus mengambil pinjaman yang tidak mampu mereka bayar.

Meskipun kekhawatirannya dapat dipahami, penyampaiannya yang blak-blakan terlihat tidak konstruktif dan telah menyebabkan dampak politik dan diplomatik cukup besar dengan Tiongkok.

Jadi apakah bantuan Republik Rakyat Tiongkok  di Pasifik tidak berguna?

Jawabannya tidak sesederhana itu.

Program bantuan Tiongkok sangat buram sehingga sulit dipahami dengan tepat apa yang sedang mereka lakukan. Tiongkok tidak melakukan pelaporan pemberian bantuan sesuai dengan mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban bantuan yang canggih dan telah dikembangkan dan digunakan oleh donor-donor Barat selama puluhan tahun.

Menurut beberapa estimasi, Tiongkok mengumumkan bantuan lebih dari AS$ 350 Miliar antara tahun 2000 dan 2014 di bawah selubung kerahasiaan, menyebabkan kecemasan yang cukup besar terkait di mana, mengapa, dan bagaimana bantuan Tiongkok disalurkan.

Kecemasan ini meluas ke bantuan di kawasan Pasifik. Sejak tahun 2006 Tiongkok telah dengan pesat memperluas ikatan komersial dan program bantuannya. Lowy Institute telah mengerahkan banyak waktu untuk lebih memahami keterlibatan Tiongkok.

Peta bantuan Tiongkok di Pasifik yang disusun Lowy Institute menunjukkan proyek bantuan yang dilakukan dari tahun 2006 sampai pertengahan 2016

Penelitian kami menunjukkan bahwa bantuan Tiongkok di Pasifik telah berkembang secara substansial, dengan Tiongkok mengalokasikan lebih dari AS$ 1,7 Miliar untuk bantuan kepada delapan negara Kepulauan Pasifik (termasuk Timor-Leste).

Untuk menempatkan jumlah ini ke dalam konteks jumlah bantuan, total bantuan ke negara-negara Pasifik ini pada periode yang sama adalah sekitar AS$ 9 Miliar, dengan bantuan dari Australia mencapai hampir dua pertiga jumlah total ini.

Perbedaan penting harus diakui antara proyek-proyek Tiongkok dan proyek-proyek tradisional. Tiongkok biasanya melakukan proyek infrastruktur besar dengan memberikan bunga rendah, atau ‘konsesional’, pinjaman yang pada akhirnya harus dilunasi pada waktunya.

Seringkali hanya sedikit informasi yang disediakan diluar pengumuman resmi, tanpa rincian tentang persyaratan pinjaman atau jadwal pelunasan.

Australia dan donor tradisional lainnya biasanya memberikan bantuan satu arah yang tidak perlu dibayar kembali dan memberikan bentuk bantuan yang lebih kompleks di berbagai sektor, mulai dari bantuan kemanusiaan hingga dukungan tata pemerintahan.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, walaupun kami telah mengidentifikasi 216 proyek bantuan Tiongkok di Pasifik mulai tahun 2006, ada lebih dari 5.000 proyek yang dilakukan oleh donor tradisional sejak 2011.

Meskipun jumlah bantuan Tiongkok mungkin besar, namun bantuannya terkonsentrasi dalam beberapa proyek besar terpilih. Karena perbedaan ini, membandingkan bantuan Tiongkok dengan Australia bagaikan membandingkan apel dan jeruk.

Tiongkok telah muncul sebagai donor yang signifikan, namun jelas bahwa ia bukan pemain terbesar di Pasifik.

Memahami jumlah bantuan Tiongkok hanyalah titik awal. Tantangan yang lebih besar adalah memahami kualitasnya. Penilaian semacam ini tidak hitam dan putih, dan harus dinilai per kasus.

Mempelajari pengalaman empat negara di kawasan Pasifik, penelitian menemukan efektivitas bantuan Tiongkok tidak konsisten; sebagian besar proyek di Samoa telah mendatangkan hasil positif, sementara pengalaman di Tonga dan Vanuatu kurang positif.

Namun yang paling penting, Lowy Institute menemukan bahwa kualitas proyek bantuan Tiongkok ‘sangat bergantung pada tindakan pemerintah Kepulauan Pasifik sendiri’.

Tiongkok tidak memaksakan bantuan mereka kepada negara-negara ini; pemerintah Pasifik harus menginformasikan Tiongkok akan proyek yang mereka inginkan dan cara pengelolaan proyek dengan standar Tiongkok agar bantuan ini dapat disetujui dan disalurkan.

Dengan mempertimbangkan temuan ini, kritik terhadap bantuan Tiongkok juga menyiratkan kritik atas pemerintah di wilayah ini yang menyetujui proyek tersebut sejak awal.

Dana Moneter Internasional (IMF) telah mencatat bahwa Tonga, Samoa dan Vanuatu semuanya menghadapi tekanan besar untuk melunaskan pinjaman, dan semuanya memiliki hutang yang signifikan ke Tiongkok.

Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping bahkan telah mengakui beban hutang di masa lalu, menjanjikan pengampunan yang belum terwujud hingga kini. Beredar kisah di seluruh dunia mengenai Tiongkok yang memanfaatkan negara-negara yang terlilit hutang. Namun sekali lagi, sebagian besar tanggung jawab ini harus diambil oleh pemerintah Pasifik.

Australia tidak bisa mengkritik Tiongkok tanpa mengritik para pembuat keputusan di Pasifik juga.

Oleh karena itu pernyataan-pernyataan Fierravanti-Wells, meski memiliki dasar, tidak bersifat konstruktif. Pemerintah Australia seharusnya bekerja keras untuk mendorong Tiongkok meningkatkan peran bantuan mereka di Pasifik, mengakui hal itu sebagai pelengkap penting bagi bantuan Australia sendiri.

Perhatian Tiongkok yang terus berlanjut di wilayah tersebut juga harus menjadi katalisator bagi Pemerintah Australia untuk berkaca kepada diri mereka sendiri dan bertanya bagaimana mereka dapat melakukan lebih banyak lagi dan bekerja dengan semua aktor menuju Pasifik yang lebih sejahtera.(The Interpreter by Lowy Institute)

loading...

Sebelumnya

Dikritisi Australia terkait bantuan di Pasifik, Tiongkok tidak tinggal diam

Selanjutnya

Tudingan Australia soal hutang dan bantuan Tiongkok ke Pasifik, ini respon PM Samoa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe