TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. RS rujukan klas B, RSUD Biak diminta perbanyak stok obat
  • Kamis, 18 Januari 2018 — 08:51
  • 1640x views

RS rujukan klas B, RSUD Biak diminta perbanyak stok obat

"Tahun 2017 DPRD sudah menyetujui penambahan anggaran Rp 1,8 miliar untuk dialokasikan penambahan stok obat di RSUD sebagai rumah sakit rujukan regional di wilayah Teluk Saereri," kata Wakil Ketua II DPRD kabupaten Biak Numfor, Godlief JW Kawer.
Kantor DPRD kabupaten Biak Numfor di Jalan Mandouw, Brambake, Samofa – Jubi/IST
ANTARA
[email protected]
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Biak, Jubi - DPRD Kabupaten Biak Numfor minta Dinas Kesehatan dan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kelas B Biak memperbanyak stok obat dan bahan habis pakai dalam rangka memaksimalkan pelayanan pengobatan pasien rawat inap dan rawat jalan.

"Tahun 2017 DPRD sudah menyetujui penambahan anggaran Rp 1,8 miliar untuk dialokasikan penambahan stok obat di RSUD sebagai rumah sakit rujukan regional di wilayah Teluk Saereri," kata Wakil Ketua II DPRD kabupaten Biak Numfor, Godlief JW Kawer, di Biak, Kamis (18/1/2018).

Ia menyebut selama ini ada keluhan masyarakat saat berobat di RSUD harus membeli obat diluar sehingga menjadi beban keluarga pasien saat menjalani pengobatan rawat jalan maupun rawat inap.

Dengan status RSUD sebagai rumah sakit rujukan, menurut Goldief Kawer, dalam hal penyediaan stok obat-obatan harus lebih banyak karena melayani pasien dari kabupaten tetangga seperti kabupaten Supioiri, Kepulauan Yapen, Waropen, dan Mamberamo Raya.

"DPRD sangat mengharapkan Pemkab Biak Numfor, Dinas Kesehatan, serta manajemen RSUD dapat memperhatikan pemenuhan ketersediaan obat-obatan dan bahan habis pakai," imbuh politisi Partai Gerindra itu.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Biak, Adolaf Baransano, mengakui dengan perubahan status RSUD menjadi kelas B harus diimbangi dengan perbaikan peningkatan pelayanan.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian manajemen RSUD Biak, menurut Adolf, karena RSUD Biak menjadi rumah sakit rujukan maka persediaan stok obat harus lebih besar sehingga dapat memenuhi kebutuhan pelayanan pengobatan pasien berobat.

"Kondisi saat ini RSUD sebagai rumah sakit rujukan tetapi dalam persediaan obat-obatan dan bahan habis pakai tidak mencukupi hingga membebani keluarga pasien untuk membeli diluar," ungkap politisi Partai Bulan Bintang itu.

Hingga Kamis pukul 08.00 WIT, aktivitas pelayanan pasien di RSUD kelas B Biak berjalan normal dalam memenuhi pengobatan pasien rawat jalan dan rawat inap yang datang dari berbagai kampung dan distrik. (*)

loading...

Sebelumnya

BPJS Nabire ajak donatur bantu iuran jaminan kesehatan warga kurang mampu

Selanjutnya

Kasus korupsi BOS SMAN 1 Biak segera dilimpahkan Kejaksaan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat