Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pengembangan KEK di Jayapura terkendala infrastruktur jalan
  • Kamis, 18 Januari 2018 — 12:30
  • 744x views

Pengembangan KEK di Jayapura terkendala infrastruktur jalan

KEK sangat penting bagi pengembangan pembangunan, peningkatan sektor ekonomi, serta terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.
Ruas jalan menuju Depapre dari kampung Maribu yang dibangun tahun lalu dalam kondisi baik dan sudah digunakan masyarakat - Jubi/Engel Wally  
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan pihaknya terkendala dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerahnya karena infrastruktur jalan yang masih memprihatinkan.

Bupati menjelaskan KEK tetap menjadi program prioritas dalam lima tahun ke depan karena sudah ada kesepakatan antara Pemerintah Pusat, Provinsi Papua, dan Kabupaten Jayapura.

"Presiden Joko Widodo sudah datang melihat kawasan ini, khususnya pelabuhan kontainer di Depapre. Jadi rencana pengembangan KEK di kabupaten Jayapura tetap dilaksanakan," kata Bupati Mathius Awoitauw, saat ditemui, di Sentani, Kamis (18/1/2018).

Menurutnya, KEK sangat penting bagi pengembangan pembangunan, peningkatan sektor ekonomi, serta terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Selain itu, kawasan wilayah pembangunan tiga dan empat akan terus berkembang dari keterisolasian layaknya wilayah satu dan dua saat ini.

"Kawasan ekonomi khusus ini meliputi wilayah pembangunan satu, dua, tiga, dan empat, yang sudah kita rencanakan untuk membangun semua fasilitas pendukung. Wilayah satu sudah ada bandara, danau Sentani, serta fasilitas pendukung lainnya. Wilayah tiga dengan sektor pertanian yang maju akan kita bangun menjadi pusat industri dan pertanian. Untuk menjangkau daerah pegunungan, kita menggunakan jalur darat dari wilayah pembangunan empat, selain bandara Sentani di wilayah satu," ujarnya.

Tokoh adat Sentani, Boaz Enok, mengatakan proses pembangunan yang dilakukan ini, pemerintah harus memperhatikan kepentingan masyarakat adat. Bila perlu mengajak untuk terlibat dalam proses pembangunan tersebut.

"Sampai saat ini jalan Depapre masih bermasalah. Jalan yang dibongkar pasang juga belum selesai. Itu karena tidak melibatkan masyarakat adat. Sepanjang hal ini tidak dilakukan, mustahil pekerjaan ini semua akan selesai dan berjalan baik," ungkapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Koperasi penting, tapi pasar diatur dulu

Selanjutnya

Ada BPJS, jangan ada lagi yang mengeluh soal kesehatan 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6404x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3180x views
Otonomi |— Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2704x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2314x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe