Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Usaha warung bakso beranak, sehari bisa kantongi Rp 3 juta
  • Kamis, 18 Januari 2018 — 20:41
  • 2040x views

Usaha warung bakso beranak, sehari bisa kantongi Rp 3 juta

“Buka sejak Oktober 2017. Jadi baru sekitar tiga bulan. Saya sengaja kasih nama bakso beranak biar terasa aneh saja,” ucapnya, saat ditemui Jubi di warungnya, Kamis (18/1/2018).
Warung bakso beranak milik Hartati - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Hartati (42) perempuan asal Malang Jawa Timur, mulai membuka usaha bakso yang dia beri label ‘bakso beranak’ sejak tiga bulan lalu. Nama itu ternyata membuat sebagian orang penasaran dan ingin mencoba. Hasilnya, dalam sehari, Hartini bisa mengantongi uang hingga Rp 3 juta.

“Buka sejak Oktober 2017. Jadi baru sekitar tiga bulan. Saya sengaja kasih nama bakso beranak biar terasa aneh saja,” ucapnya, saat ditemui Jubi di warungnya, Kamis (18/1/2018).

Hartati mengatakan usaha baksonya sudah memiliki banyak pelanggan.

“Pengunjung sudah cukup banyak. Awalnya mereka penasaran dan ingin mencoba, seperti bagaimana itu bakso beranak,” kata Hartati.

Bakso beranak, jelas Hartati, adalah bakso dalam ukuran relaif besar yang didalamnya ada beberapa bakso ukuran kecil. Bakso kecil ibarat anak dan bakso besar adalah ibunya.

Ia juga mengatakan awal membuka usaha baksonya, dalam sehari bisa menghabiskan 3 kg daging sapi. Karena semakin banyak pengunjung yang datang ke warung baksonya, sekarang dalam satu hari dia bisa menghabiskan 7 hingga 8 kg.

“Pengunjung cukup banyak tapi sehari berapa pengunjung saya gak bisa hitung. Warung buka mulai pukul 9 pagi. Biasanya pukul 7 malam sudah habis,” katanya.

Hartati menawarkan beberapa jenis menu bakso dengan harga bervariasi. Bakso biasa Rp 20 ribu, bakso beranak Rp 28 ribu, dan bakso tulang Rp 30 ribu. Selain bakso, di warung hartati juga disediakan bermacam pilihan minuman, hangat maupun dingin.

“Dalam sehari, kalo sedamh rame bisa dapat Rp 3 juta. Kalo lagi sepi paling-paling hanya dapat Rp 1,5 juta, bahkan pernah hanya Rp 1 juta,” katanya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Hartati juga menyisihkan sebagian penghasilannya untuk modal usaha.

“Sebagian diputar lagi untuk belanja bahan, supaya modal usaha ini tidak putus,” pungkas Hartati.

Seorang pengunjung bakso beranak milik Hartati, Bella, mengatakan ia datang ke warung bakso beranak karena penasaranya seperti apa bakso beranak itu.

“Penasaran saja. Biasa dengar istilah bakso beranak dari cerita teman-teman. Ternyata disini sudah ada, saya coba. Saya baru tahu kalau di dalamnya itu ada daging-daging kecil dan ada juga pentolan kecil di dalam bakso yang besar.  Pantas saja namanya bakso beranak,” ucap Bella sambil tersenyum. (*)

loading...

Sebelumnya

Per 23 Januari, Pelni hanya akan berlakukan tiket bayi dan dewasa

Selanjutnya

Ikuti harga minyak dunia, Pertamax naik Rp 200

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4564x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2742x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2628x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe