Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Pemekaran Papua Tengah tergantung masyarakat
  • Jumat, 19 Januari 2018 — 11:32
  • 3142x views

Pemekaran Papua Tengah tergantung masyarakat

Gagasan pemekaran yang dilontarkan oleh mantan Bupati dan Bupati Nabire, Anselmus Petrus Youw  dan Isaias Douw itu akan terealisir  jika masyarakat benar-benar menghendaki.
Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa berjabat tangan dengan seorang warga di kampung Makeewapa, Idakebo, Kamuu Utara, Dogiyai – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi - Keinginan pemekaran wilayah memunculkan Provinsi Papua Tengah, ditanggapi Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, yang menilai masih tergantung sikap masyrakat setempat.  Gagasan pemekaran yang dilontarkan oleh mantan Bupati dan Bupati Nabire, Anselmus Petrus Youw  dan Isaias Douw itu akan terealisir  jika masyarakat benar-benar menghendaki.

"Bagi saya soal pemekaran Provinsi Papua Tengah itu tergantung masyarakat. Kalau masyarakat menghendaki, ya tidak ada masalah,” ujar Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, belum lama ini.

Ia menilai kehadiran provinsi pemekaran yang diususlkan itu uga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

"Jadi sepanjang itu menjadi kebutuhan masyarakat, dan sepanjang itu masyarakat menghendaki tidak ada soal. Tapi kalau masyarakat tidak mau, kita mau bagaimana lagi,” kata Dumupa.

Dumupa berpendapat keinginan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) perwakilan dari wilayah Meepago, John NR. Gobai mengatakan, ususlan pemekaran provinsi itu semestinya mempertimbangkan persetujuan masyarakat.

“Masyarakat sebagai salah satu aspek terpenting,” kata Gobai.

Menurut dia, pemekaran provinsi Papua Tengah harus direncanakan dan mempertimbangkan anggaran daerah. Kedua unsur itu sebagai penopang pemekaran yang bukan hanya diusulkan secara politik.

Ia menilai pemekaran Provinsi Papua Tengah harus melalui banyak aspek yang harus dipikirkan  dan direncanakan. "Supaya rakyat tidak jadi korban di tanah mereka sendiri," katanya.

Gagasan memekarkan  provinsi baru, Papua Tengah disampaikan Bupati Nabire, Isaias Douw, pada Kamis  akhir tahun 2017 lalu. Douw  minta agar Presiden RI, Joko Widodo memekarkan provinsi Papua Tengah.  "Atas nama bupati Nabire dan mewakili 10 kabupaten di provinsi Papua Tengah,” kata Douw saat itu. (*)

loading...

Sebelumnya

Dukung Pilkada Paniai 2018 tanpa tekanan massa

Selanjutnya

Patah kaki dan hipotermia, pendaki Latvia dievakuasi tim SAR dari Puncak Cartenz

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat