Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Perkuat organisasi akar rumput, selesaikan masalah kekerasan pada perempuan dan anak
  • Minggu, 21 Januari 2018 — 12:28
  • 1170x views

Perkuat organisasi akar rumput, selesaikan masalah kekerasan pada perempuan dan anak

"Kita punya ikatan-ikatan perempuan di setiap kampung dan ini merupakan organisasi akar rumput yang mengerti setiap persoalan di masyarakat, khususnya masalah kekerasan dalam rumah tangga," ujar Bupati Mathius Awoitauw.
Bupati dan Wakil Bupati Jayapura saat foto bersama dengan tim USAID di depan kantor Bupati Jayapura - Jubi/Engell Wally  
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:52 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:30 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Bupati Jayapura Mathius Awoitauw minta lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal maupun luar negeri untuk memperkuat organisasi akar rumput di kampung untuk membantu menyelesaikan masalah kekerasan pada perempuan dan anak.

"Kita punya ikatan-ikatan perempuan di setiap kampung dan ini merupakan organisasi akar rumput yang mengerti setiap persoalan di masyarakat, khususnya masalah kekerasan dalam rumah tangga. Saya minta LSM yang melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk membantu penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan melibatkan organisasi akar rumput yang ada," ujar Bupati Mathius Awoitauw, saat ditemui di Sentani, Sabtu (20/1/2018).

Bupati menjelaskan selama ini terkendala masalah koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan tugas-tugas penanganan KDRT langsung di lapangan. Menurutnya, lembaga-lembaga ini sebaiknya memberikan pelatihan khusus kepada ikatan-ikatan perempuan maupun masyarakat di setiap kampung termasuk melibatkan masyarakat adat.

"Ada banyak lembaga yang membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, seperti USAID, Unicef, WVI, dan masih banyak lagi. Mereka menangani persoalan yang sama. Oleh sebab itu perlu ada sinergitas, kooordinasi, dan komunikasi intens sehingga ada dampak signifikan dari apa yang dikerjakan," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP2AKB) Kabupaten Jayapura, Maria Bano, mengatakan pihaknya selama ini telah bekerja sama dengan sejumlah LSM dan organisasi kemasyarakatan dalam mengatasi dan menyelesaikan persoalan KDRT serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Dalam visi dan misi pemerintah kabupaten Jayapura, secara khusus program kabupaten layak anak, yang dimulai dari setiap kampung, sudah ada enam kampung yang bisa dikategorikan sebagai kampung layak atau ramah anak. Sementara dari hasil kerja sama kita dengan Wahana Visi Indonesia, sudah ada 12 kampung yang dinyatakan sebagai kampung ramah anak. Upaya kita ke depan, semua kampung di daerah ini harus menjadi kampung layak atau ramah anak," ungkapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ada BPJS, jangan ada lagi yang mengeluh soal kesehatan 

Selanjutnya

Harus ada ruang bagi generasi muda untuk berekspresi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4800x views
Nasional & Internasional |— Jumat, 05 Oktober 2018 WP | 4690x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4181x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3619x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe