Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Sebanyak 23 balita di Pegunungan Bintang meninggal karena gizi buruk
  • Minggu, 21 Januari 2018 — 13:12
  • 3504x views

Sebanyak 23 balita di Pegunungan Bintang meninggal karena gizi buruk

Sebanyak 23 balita meninggal dunia akibat gizi buruk di Kampung Pedam, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang. Dari data yang dihimpun, kematian balita itu terjadi sejak 6 Desember 2017 hingga 11 Januari 2018.
Ilustrasi, anak-anak di pedalaman Papua – Jubi/Tempo.co
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Silvanus Sumule, mengatakan pihaknya mendapat laporan sebanyak 23 balita meninggal dunia akibat gizi buruk di Kampung Pedam, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Memang benar Dinkes Papua sudah mendapat laporan bahwa ada 23 balita meninggal di Kampung Pedam akibat gizi buruk," kata Silvanus kepada Antara di Jayapura, Sabtu.

Ia mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang sudah mengirimkan tim medis ke Kampung Pedam untuk melihat langsung kondisi di sana sekaligus memastikan laporan yang disampaikan kelompok mahasiswa peduli Pedam.

Tim sudah berangkat namun belum ada laporan tentang hasil yang diperoleh mengingat untuk mencapai lokasi harus berjalan kaki semalam.

"Letak kampung yang dilaporkan terdapat penderita gizi buruk itu hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki karena tidak lapangan terbang," ujar Silvanus.

Sementara itu, ketua mahasiswa dan pelajar Okbab, Literius, secara terpisah mengatakan data tentang kematian balita di Kampung Pedam itu diperoleh dari pelajar yang baru kembali dari kampung tersebut.

Dari data yang dihimpun, kematian balita itu terjadi sejak 6 Desember 2017 hingga 11 Januari 2018. Ia pun berharap Dinas Kesehatan segera menangani kasus tersebut.

"Selain transportasi yang sulit, juga tidak ada sarana komunikasi sehingga kami juga tidak mengetahui secara pasti perkembangan di sana kecuali laporan dari teman-teman yang ke sana," kata Literius. (*)

loading...

Sebelumnya

Polisi bantu atasi gizi buruk dan campak di Atsi

Selanjutnya

Tim kesehatan Korem 172 dikerahkan ke Pedam

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6178x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5756x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3911x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe