Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sumatera
  3. Impor beras diklaim tidak akan rugikan petani Siak
  • Minggu, 21 Januari 2018 — 15:06
  • 1154x views

Impor beras diklaim tidak akan rugikan petani Siak

Tapi kami juga tidak bisa melarang kalau ada pembeli dari luar provinsi. Mungkin saja harga yang mereka tawarkan lebih bagus
Ilustrasi. Pixabay.com/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pekanbaru, Jubi - Pemerintah Kabupaten Siak mengklaim kebijakan impor beras dari pemerintah pusat tidak akan merugikan petani didaerah sentra pertanian padi di Provinsi Riau itu, yang kini sedang memasuki masa panen.

"Kebijakan impor beras saya rasa hanya akan berdampak di pusat seperti di Jawa, tapi tidak akan berdampak ke Siak, karena beras kita tetap banyak yang mau beli juga," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Siak, Budiman Shafari.

Pemerintah memutuskan bahwa Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan mengimpor 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand. Banyak kalangan memprotesnya karena kebijakan ini diambil saat petani memasuki masa panen padi.

Siak sebagai sentra produksi beras terbesar di Riau sudah mulai memasuki masa panen sejak awal tahun 2018, dan puncaknya atau panen raya diperkirakan akan jatuh pada tanggal 30 Januari. Budiman menyatakan, Siak adalah satu-satunya daerah di Riau yang sudah swasembada beras.

Total luas sawah mencapai 4.000 hektare (Ha) atau setara 40.000.000 meter persegi. Sawah paling luas berada di Kecamatan Bunga Raya yakni mencapai 2.202 Ha, dan lainnya tersebar di Kecamatan Sabak Auh, Sungai Apit, Sungai Mandau, dan sedikit di Kecamatan Pusako.

Produktivitas padi di Siak, lanjutnya, tergolong sangat tinggi karena rata-rata mencapai 60 hingga 80 kuintal per hektare (ku/ha) dalam bentuk gabah kering giling (GKG). Angka itu jauh di atas tingkat produktivitas rata-rata padi di Riau pada tahun 2017, yang sebesar 39,25 ku/ha. Bahkan, jauh di atas produktivitas padi nasional yang sebesar 52,36 ku/ha GKG.

"Ketika panen ini kita sebagai sentra padi tidak terpengaruh rencana impor. Bahkan, sebagian hasil panen kita dibeli untuk ke Sumatra Utara dan Sumatera Barat," katanya.

Pemkab Siak justru berupaya agar surplus hasil panen setempat tidak seluruhnya dijual ke provinsi tetangga. Surplus hasil panen diusahakan agar bisa diserap lebih banyak oleh Bulog dan dijual untuk memenuhi kebutuhan di Riau.

"Tapi kami juga tidak bisa melarang kalau ada pembeli dari luar provinsi. Mungkin saja harga yang mereka tawarkan lebih bagus," ujarnya.

Jumlah penduduk Riau pada 2017 sebanyak 6.657.911 jiwa, dengan kebutuhan beras untuk konsumsi mencapai 763.063 ton/tahun. Dengan jumlah produksi pada 2017 yang hanya mencapai 234.357 ton beras, artinya Riau masih defisit beras sebanyak 528.706 ton. (*)

 


 

loading...

#

Sebelumnya

Pedagang pasar lama Sentani: Kami mau pindah asal disiapkan tempat

Selanjutnya

KPK: Perguruan tinggi belum peka soal korupsi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe