Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ditolak fraksi PDIP, legislator 14 kursi sebut itu tidak penting
  • Senin, 22 Januari 2018 — 10:31
  • 977x views

Ditolak fraksi PDIP, legislator 14 kursi sebut itu tidak penting

"Tidak usah memperpanjang perdebatan, tidak penting. Toh, secara tidak langsung, kawan-kawan PDIP dan fraksi lain yang dulu menolak, sudah mengakui kami. Tidak usah juga kawan-kawan 14 kursi membuka ruang debat tambah besar, tidak penting," ujarnya.
Ilustrasi pelantikan anggota 14 kursi DPRP akhir tahun lalu - Jubi. Dok
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari jalur pengangkatan 14 kursi, John NR Gobai mengatakan, pihaknya tidak perlu menanggapi sikap fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR Papua (DPRP), yang menolak anggota 14 kursi bergabung ke dalam fraksi itu, karena hal tersebut tidak penting.

"Saya pikir dalam rapat badan musyawarah dewan, saat pembentukan panitia khusus (pansus) pilgub, pekan lalu, arahan pak Edo (wakil ketua I DPRP), sudah jelas. Tidak perlu saling menanggapi, sudah tra (tidak) penting," kata Gobai kepada Jubi, Minggu (21/01/2018).

Menurutnya, memang ada anggota 14 kursi DPRP yang ingin bergabung dengan Fraksi PDI Perjuangan, namun fraksi itu sudah menyatakan sikap, dan hak politik tersebut harus dihargai.

"Tidak usah memperpanjang perdebatan, tidak penting. Toh, secara tidak langsung, kawan-kawan PDIP dan fraksi lain yang dulu menolak, sudah mengakui kami. Tidak usah juga kawan-kawan 14 kursi membuka ruang debat tambah besar, tidak penting," ujarnya.

Kata Gobai, kini ia bersama 13 anggota DPRP 14 kursi sudah melebur dalam enam fraksi lain di parlemen Papua, sesuai peraturan daerah khusus Nomor 6 Tahun 2013, dan tata tertib DPR Papua.

"Sebaiknya kita pikir Papua bersama, dari pada berdebat hal yang tidak penting. Sebaiknya kaka Edo sebagai waket I DPR Papua, kita sama-sama melupakan soal fraksi. Kita sama-sama pikir masalah kesehatan di Asmat dan pelayanan kesehatan di Papua secara umum, dengan menggelar rapat badan musyawarah," katanya.

Pekan lalu, Ketua DPD PDIP Papua, yang juga wakil ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize mengatakan, sudah menjadi sikap politik Fraksi PDIP DPR Papua, menolak anggota 14 kursi.

"Mereka tidak usah paksakan. Kalau pun mereka ada di komisi, ya, di situ saja, tidak usah paksakan harus masuk di Fraksi PDIP atau fraksi lainnya," kata Edo Kaize.

Menurutnya, tidak ada aturan yang mengharuskan anggota 14 kursi bergabung ke Fraksi PDIP, hanya melalui kesepakatan politik.

"Kalaupun sudah menjadi anggota DPRP, tidak bisa minta lebih dari itu, karena mekanisme masuk ke fraksi ada aturannya. Tidak sembarang. Mereka bertanggung jawab kepada gubernur, jadi silakan. Tidak perlu bertanggung-jawab kepada fraksi," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Isu HAM dan Papua merdeka, tak laku dijual dalam pilgub

Selanjutnya

Legislator perwakilan Meepago tantang Freeport bangun rumah rakyat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 3048x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1205x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1179x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe