Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Tragedi wabah penyakit di Asmat bukan hal baru
  • Senin, 22 Januari 2018 — 13:57
  • 1459x views

Tragedi wabah penyakit di Asmat bukan hal baru

Berdasarkan hasil reportase dan penelitian saya selama di Asmat 2007 hingga 2010 angka kematian bayi dan anak tidak pernah membaik. Rata rata-rata sampai tiga anak dikabarkan meninggal dunia dalam seminggu di wilayah Asmat,
Warga Asmat baru-baru ini - Doc Humas Polda Papua
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi – Tragedi wabah penyakit di Kabupaten Asmat, provinsi Papua bukan hal baru, sejumlah catatan menunjukan wabah campak dan gizi buruk juga pernah menimpah anak anak dan bayi di Asmat tahun 2006 hingga 2007 lalu.

"Berdasarkan hasil reportase dan penelitian saya selama di Asmat 2007 hingga 2010 angka kematian bayi dan anak tidak pernah membaik. Rata rata-rata sampai tiga anak dikabarkan meninggal dunia dalam seminggu di wilayah Asmat,"  kata penulis buku Dukun Asmat, Willem Bobi, Senin, (22/1/2018).

Ia menjelaskan jauh sebelumnya juga sering terjadi wabah serupa seperti laporan  kesehatan dalam dekade tahun 80an dan 70an ke bawah. Bobi telah menuangkan hasil reportase di dalam buku  Dukun Asmat mengenai potret pelayanan kesehatan dasar oleh pemerintah maupun swasta.

"Kelemahannya adalah pemerintah setempat terus berkiprah dengan misi politik, sementara hak kebutuhan dasar masyarakat jarang diprioritaskan," ujar Bobi menambahkan.

Bobi menilai pemerintah dan Dinas Kesehatan Asmat juga tak mau belajar dari pengalaman wabah sebelumnya,  di luar itu Asmat kekurangan dan lemah di sektor  sarana, keuangan, tenaga dan metode untuk menjangkau daerah-daerah yang terisolir.

Menurut dia, seharusnya pemerintah memperhatikan tujuan dan fungsi pos pelayanan kesehatan  di tingkat distrik, jika ingin serius mengurusi kesehatan Asmat.  

Keberadaan lembaga layanan kesehatan tingkat distrik itu dinilai penting karena bertujuan mengurangi dampak buruk kesehatan akibat wabah atau penyakit rutin, seperti malaria, diare, inpeksi saluran pernapasan atas, dan kusta serta wabah penyakit lain yang masih mendominasi di Asmat.

Ia menyayangkan saat ini lebih banyak petugas yang berpikir keberadaan Distrik berubah menjadi kabupaten, berarti uang lebih banyak.  "Sedangkan masyarakat harus lebih banyak memikirkan tentang uang ketimbang kesehatan diri dan keluarganya," katanya.

Wabah penyakit di Asmat  juga menarik simpati publik, termasuk Kepala Kepolisian Daerah Papua,  Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, MH yang sempat  mengunjungi Distrik Atsi Kabupaten Asmat, lewat perjalanan laut.

“Kunjungan Kapolda Papua di Distrik Atsi tersebut didampingi oleh Direktur Pol Air Polda Papua, Karo Logistik Polda Papua, Kabid Dokkes Polda Papua, Wadir Binmas Polda papua, Kapolres Asmat,” kata Kabid Humas Polda Papua, AM. Kamal.

Menurut Kamal , kehadiran rombongan disambut oleh Sekda Kabupaten Asmat dan Kepala Distrik Atsi.

"Pak Kapolda Papua bersama rombongan menuju ke Puskesmas Atsi untuk melihat kondisi masyarakat Distrik Atsi yang sementara dirawat dan sedang berobat di Puskesmas," ujar  Kamal menjelaskan . (*)

loading...

Sebelumnya

Dinkes: 25 orang meninggal di Pedam karena diare, campak, dan gizi buruk

Selanjutnya

Agus Yudhoyono beri kuliah umum di Uncen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9611x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6386x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6025x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4611x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe