Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Jenazah Clarita diautopsi di Jayapura
  • Senin, 22 Januari 2018 — 17:21
  • 861x views

Jenazah Clarita diautopsi di Jayapura

Pengiriman jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara tersebut sebagai tahapan penyelidikan korban yang telah meninggal dunia.
Staf ahli Menteri PPPA ketika mengunjungi rumah duka sebelum jenazah Clarita dikirim ke Jayapura untuk diotopsi-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Kepolisian Resor Jayawijaya, membawa jenazah Clarita, 8 tahun,  seoarang bocah yang menjadi korban kekerasan oleh ibu kandungnya, ke Kota Jayapura untuk diautopsi. Pengiriman jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara tersebut sebagai tahapan penyelidikan korban yang telah meninggal dunia.

“Pengiriman jenazah dikawal oleh dua anggota kepolisian dan dua orang keluarga korban,” kata Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba, kepada wartawan di Mapolres, Senin (22/1/2018).

Yan menjelaskan autopsi terhadap jenazah Clarita sudah mendapat izin dari keluarga, menurut dia, pemeriksaan jenazah untuk membuktikan penyebab korban meninggal.

“Bisa menambah bukti dalam penerapan pasal dalam KUHAP dan UU perlindungan anak atas kasus tersebut,” kata Yan Pieter, menambahkan.

Staf ahli kementerian pemberdayaan dan perlindungan anak Republik Indonesia, untuk wilayah timur, Pendeta Benny Bernard Arnoldo Naraha , datang Wamena melihat langsung korban dan keluarganya, termasuk  menemui tersangka ibu kandung  sendiri di Unit PPA Polres Jayawijaya.

"Setelah bertemu korban dan ibu korban, saya melihat ada satu hal dimana ibu korban belum bisa dikatakan pelaku karena masih harus melalui proses di pengadilan, baru ada keputusan sebagai pelaku," kata Benny.

Benny mengaku telah berbincang dengan tersangka, sembari memberikan penguatan dan menyampaikan agar yang bersangkutan terbuka atas kasus yang menimpa anaknya, Clarita. (*)

loading...

Sebelumnya

DPMK Yahukimo dan Bank Papua lanjutkan penyaluran dandes tahap kedua

Selanjutnya

Dukung Sidang GIDI, Pemkab Tolikara sumbang bahan bangunan nonlokal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32926x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8971x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6478x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5925x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5636x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe