Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kata akademisi, jangan seret media ke ranah politik
  • Senin, 22 Januari 2018 — 18:42
  • 532x views

Kata akademisi, jangan seret media ke ranah politik

"Kalau misalnya kandidat itu posisinya direktur, pemegang saham atau lainnya di sebuah media, ya, di posisi itu saja. Jangan lagi mencampuri urusan keredaksian. Politik jangan dikaitkan dengan media, karena media harus netral," kata Dian Wasaraka via teleponnya kepada Jubi, Senin (22/01/2018) petang.
Ilustrasi - Jubi/Dok
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Dosen psikologi komunikasi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua, Dian Wasaraka mengatakan, tidak dibenarkan menggiring media ke ranah politik.

Ia mengatakan, masa tahun politik di Papua kini, menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua, media harus netral meski ada di antaranya merupakan milik salah satu bakal calon, pendukung bakal calon tertentu, atau ada kerja sama terkait pemberitaan dengan salah satu calon.

"Kalau misalnya kandidat itu posisinya direktur, pemegang saham atau lainnya di sebuah media, ya, di posisi itu saja. Jangan lagi mencampuri urusan keredaksian. Politik jangan dikaitkan dengan media, karena media harus netral," kata Dian Wasaraka via teleponnya kepada Jubi, Senin (22/01/2018) petang.

Menurutnya, jika seorang calon kepala daerah atau pendukung kepala daerah menduduki salah satu posisi dalam perusahaan media, bukan berarti dia dapat mengintervensi masalah redaksi.

"Media kan harus netral dalam pemberitaan. Kalau ada media yang tidak netral, independensinya dipertanyakan. Bagaimana bisa memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat kalau seperti itu," ucapnya.

Namun kata Dian, sejauh ini media di Papua, khususnya yang berada di Jayapura, masih netral dalam pemberitaan, dan memang hal inilah yang semestinya dilakukan media dalam kondisi apa pun.

"Sebagai salah satu pilar demokrasi, media harus netral dalam pemberitaan. Memberikan ruang yang sama kepada semua pihak. Sejauh ini saya lihat media di Jayapura masih cukup netral. Memang media harusnya seperti itu," ucapnya.

Anggota Komisi I DPR Papua yang membidangi politik, hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa mengatakan, media sangat besar pengaruhnya terhadap karir atau popularitas seseorang.

"Tapi memang ada media yang terlihat cenderung mendukung kandidat tertentu. Ini juga karena kandidat itu memiliki peran dalam media tersebut. Saya pikir yang begini, masyarakat juga harus tahu," kata Kadepa.

Menurutnya, dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan kehadiran media yang netral, sebagai alternatif informasi dan memberikan pendidikan politik yang baik kepada publik.

"Memang masih ada media yang netral dan independen, tapi minim sekali, bisa dihitung jari," ucapnya.

Komisioner Bawaslu Papua, Anugrah Pata mengatakan, ketika masa kampanye calon gubernur-wakil gubernur Papua, pihaknya akan melibatkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengawasi dan mengatur porsi iklan atau berita advetorial di media.

"Komisi penyiaran yang punya kewenangan mengatur media terkait iklan, supaya memberikan ruang yang sama untuk semua pasangan calon dalam publikasi program kampanye mereka," ujar Anugrah. (*)

loading...

Sebelumnya

Legislator perwakilan Meepago tantang Freeport bangun rumah rakyat

Selanjutnya

Ketua Fraksi Golkar: Wabah di Pegubin, jangan saling menyalahkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe