Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Enceng gondok merusak ekosistem danau Paniai
  • Senin, 22 Januari 2018 — 19:53
  • 1255x views

Enceng gondok merusak ekosistem danau Paniai

Keberadaan enceng gondok juga merusak keindahannya danau yang mengalami degradasi alam danau.
Eceng Gondok di danau Paniai – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi – Keberadaan tanaman enceng gondok di danau Paniai, Papua, semakin merusak ekosistem kawasan setempat. Keberadaan enceng gondok juga merusak keindahannya danau yang mengalami degradasi alam danau.

“Enceng gondok semakin berkembang akibat limbah padat dan cair yang dihasilkan oleh pasar Enarotali berjarak satu kilo meter dari danau Paniai,” kata anggota DPR Papua, dari daerah pemilihan Meepago, John NR. Gobay, Senin, (22/1/2018).

Limbah itu tersebut dibawa air sungai yang mengalir dekat pasar, pemukiman, dan camp kontraktor jalan PT Modern. Selain itu limbah juga dihasilkan dari danau berupa minyak mesin dan bahan bakar dari motor tempel yang beroperasi di danau Paniai.

"Oleh karena limbah tersebut, menyebabkan tingginya kandungan organic yang telah mengakibatkan menyuburnya tumbuhnya eceng gondok," kata Gobay menambahkan

Gobay menjelaskan masalah lain di luar enceng gondok di danau Paniai, naiknya permukaan air danau yang disebabkan oleh hilangnya tumbuhan dan pohon penyangga di pinggiran sungai  yang bermuara ke danau. Selain iu munculnya pendangkalan danau akibat oleh tingginya curah hujan pada akhir-akhir ini

"Saat banjir, batu, tanah, pasir dan kayu ikut terbawa oleh arus sungai,  hingga kian menumpuk di dasar danau Paniai, mengakibatkan air dipermukaan menjadi naik, “ katanya.

Ia menyayangkan hingga saat ini belum ada lembaga yang secara khusus perhatian terhadap danau Paniai. Padahal danau Paniai perlu dikeruk dan dibersihkan  enceg gondoknya, sedangkan idealnya perlu dibangun jembatan layang sejumlah tiga buah di ruas jalan Enarotali ke Dagouto agar tidak mengganggu jalannya air ke danau.

Herman Armando, 37 tahun, warga Paniai mengakui  sebagian permukaan danau Paniai sudah tertutup tumbuhan eceng gondok. “Persebaran tanaman gulma air tersebut terdapat di bagian barat, tengah, timur dan utara danau,” kata Armando.

Meurut dia keberadaan eceng gondok menjadi satu dari sekian masalah penyebab pendangkalan dan penyusutan luas danau tersebut. “Karena percepatan evaporasi penguapan yang terjadi. Eceng gondok yang telah mengering dan mati mempercepat pendangkalan,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Dari Paniai ke Nabire, Kisah keluarga You demi kesembuhan Bayi Effretin Velisitas

Selanjutnya

Dewan adat Meepago : Kehadiran Brimob jelang Pilkada berlebihan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6401x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3178x views
Otonomi |— Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2704x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2314x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe