Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Buang sampah tidak pada tempatnya, orang lain yang terdampak
  • Selasa, 23 Januari 2018 — 13:58
  • 864x views

Buang sampah tidak pada tempatnya, orang lain yang terdampak

Masyarakat di sekitar kali Toladan, kali Dingin, dan Kali Sereh, di distrik Sentani, mengeluhkan pencemaran lingkungan yang terjadi akibat kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah ke sungai.
Sampah yang menumpuk di kali kering di Sentani - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Meski Pemerintah kabupaten Jayapura sudah memiliki aturan ketat terkait membuang sampah ternyata belum sepenuhnya dipatuhi warganya. Kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya dan waktu yang sudah ditentukan belum terbentuk.

Masyarakat di sekitar kali Toladan, kali Dingin, dan Kali Sereh, di distrik Sentani, mengeluhkan pencemaran lingkungan yang terjadi akibat kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah ke sungai.

Dari pantauan Jubi pada Jumat  (19/1/2018) pekan lalu, sekitar pukul 12 malam, apa yang dikeluhkan masyarakat itu benar. Beberapa warga menggunakan sepeda motor dan membawa sampah dalam karton-karton dan kantong plastik. Mereka membuang sampah-sampah tersesbut ke sungai.

Dampak dari membuang sampah di ujung jembatan ini membuat masyarakat yang bertempat tinggal dekat kali menjadi sasaran. Sampah yang dibuang itu tersangkut di pinggiran kali dan menjadi sarang nyamuk. Masyarakat juga tidak bisa lagi memanfaatkan air sungai untuk mandi karena sudah tercemar oleh sampah. Warga setempat yang mandi di sungai akan terkena gatal-gatal di kulit.

"Kesadaran masyarakat membuang sampah ini belum juga ada, padahal di tahun kemarin gara-gara sampah yang dibuang begitu terjadi sampah menumpuk di dermaga Yahim," kata Ibu Yully Ondi, warga di sekitar kali Toladan.

Ibu satu anak ini juga mengatakan sebenarnya warga yang membuang sampah ini tahu dampaknya dengan membuang sampah ke kali.

"Mereka datang dengan mobil bak terbuka, bawa sampah karung-karung, baru buang di kali kecil dan kali besar," kata ibu 54 tahun ini, kepada Jubi, di Sentani, Senin (22/1/2018).

Mama Ondi menambahkan hal ini dilakukan mereka yang tinggal di perumahan-perumahan yang berdempetan seperti kost-kostan, dimana mereka susah membuang sampah.

"Kalo saya dapat lihat itu nanti saya lempar dengan batu, kasih bunyi dia pu kepala yang bikin kepala batu datang buang-buang sampah sembarang. Dia kira disini tempat sampah kah? Dorang itu datang buang sampah jam 11 malam sampai jam 1 dini hari," ucap Yully.

Hal lain disampikan Rimbo Taburay, warga sekitar kali Dingin.

“Kesadaran manusia ini harus ada dalam membuang sampah, harus fikir dampaknya. Mereka tidak malu kah datang buang sampah di orang lain pu halaman. Baru nanti kalau panas datang, mandi-mandi di kali ini lagi," tuturnya.

Ia berharap masyarakat yang suka membuang sampah di kali untuk tidak mengulangnya lagi namun harus membuang pada tempatnya.

"Di jalan raya itu sudah ada waktu buang sampah, buang saja di situ sudah, kenapa harus bawa  datang buang di kali lagi," ucap Rimbo. (*)

loading...

Sebelumnya

TYI diharap bisa menjadi mitra KNPI dan perguruan tinggi di Papua

Selanjutnya

Pemanfaatan danau Sentani terkendala pembebasan lahan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe