Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Ketua DPRD Merauke: Saya sudah capek teriak minta pemerintah buka akses jalan Bian-Okaba
  • Selasa, 23 Januari 2018 — 16:52
  • 589x views

Ketua DPRD Merauke: Saya sudah capek teriak minta pemerintah buka akses jalan Bian-Okaba

“Saya sudah komunikasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Merauke, HBL Tobing, dan jawabannya kalau itu adalah jalan provinsi. Lalu, sampai kapan terus menunggu,” katanya.
Masyarakat di salah satu kampung di Distrik Okaba, Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, mengaku dirinya sudah capek berteriak kepada pemerintah setempat untuk membuka akses ruas jalan dari Bian ke Okaba. Karena jalan tersebut sebagai penghubung empat distrik yakni Okaba, Tubang, Ngguti, sampai Ilwayab.

Hal itu disampaikan Fransiskus kepada wartawan di kantornya, Selasa (23/1/2018).

“Saya sudah komunikasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Merauke, HBL Tobing, dan jawabannya kalau itu adalah jalan provinsi. Lalu, sampai kapan terus menunggu,” katanya.

Sementara, lanjut dia, jalan nasional di beberapa titik terus diperbaiki dan diaspal.

“Kenapa jalan provinsi yang menghubungkan empat distrik dari Bian sampai Okaba tak kunjung dibuka sampai sekarang,” tegasnya.

Selama ini, jelas Fransiskus, ruas jalan tersebut masih berupa jalan setapak. Namun setiap hari dilalui masyarakat umum termasuk para guru, tenaga medis, bahkan pejabat yang melaksanakan tugas disana.

“Namun kenapa dibiarkan begitu saja. Saya menginginkan agar ruas jalan tersebut dibuka terlebih dahulu, tak perlu diaspal. Tetapi intinya dilakukan pelebaran sehingga orang dapat memperlancar aktivitas masyarakat disana,” katanya.

Fransiskus mempertanyakan apa kendalanya sehingga pemerintah tak mengalokasikan anggaran  pembukaan ruas jalan itu.

“Kita harus berpikir untuk kepentingan banyak orang juga. Apalagi orang asli Papua yang sering bolak balik dari kampung ke kota. Sementara kondisi jalan masih berupa jalan setapak dari dulu sampai sekarang,” katanya.

Kepala Distrik Okaba, Fransiskus Kamijay, beberapa waktu lalu mengakui kondisi jalan setapak itu, setiap hari dilalui masyarakat yang menggunakan sepeda motor.

“Memang satu-satunya transportasi darat untuk sampai ke Okaba dan beberapa distrik lain, melalui jalan setapak itu. Mudah-mudahan pemerintah segera membuka akses jalan yang lebih luas lagi,” ungkapnya berharap. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemuda Flobamora dan warga gotong royong bongkar gereja Erom

Selanjutnya

Pemkab Merauke diminta segera selesaikan masalah sumber air Rawa Biru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 3048x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1205x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1179x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe