TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Maluku
  3. Malut tidak sediakan lahan baru untuk transmigran
  • Senin, 31 Oktober 2016 — 13:30
  • 2778x views

Malut tidak sediakan lahan baru untuk transmigran

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) pada 2017 tidak menyediakan lahan baru untuk lokasi transmigrasi karena pada tahun itu pemprov akan lebih memprioritaskan pembenahan lokasi transmigrasi yang telah ada.
Ilustrasi. Kawasan transmigrasi di Gayo. -- tempo.co
ANTARA
[email protected]
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Ternate, Jubi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) pada 2017 tidak menyediakan lahan baru untuk lokasi transmigrasi karena pada tahun itu pemprov akan lebih memprioritaskan pembenahan lokasi transmigrasi yang telah ada.

"Malut masih tetap membuka diri bagi masuknya transmigran dari daerah lain, tetapi untuk 2017 tidak ada penempatan transmigran baru, karena banyak lokasi pemukiman transmigran di Malut yang harus dibenahi," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Malut Umar Sangaji di Ternate, Senin (31/10/2016).

Pembenahan lokasi permukiman transmigran itu yang akan dilakukan khususnya pembenahan infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan lokasi permukiman transmigran dengan jalan utama ke daerah pemasaran, irigasi pertanian dan berbagai fasilitas umum yang dibutuhkan transmigran.

Ia mengatakan, lokasi transmigran di Malut umumnya telah berkembang menjadi sentra pertanian, tetapi untuk memasarkan komoditas pertaniannya terhambat dengan rusaknya akses jalan ke daerah pemasaran sehingga tidak jarang produk pertanian mereka menjadi rusak, terutama produk sayuran.

Padahal produk pertanian yang dihasilkan dari lokasi pemukiman transmigran itu sangat dibutuhkan di sejumlah kota di Malut seperti Ternate dan Sofifi, bahkan daerah ini terpaksa harus mendatangkan produk itu dari luar Malut, seperti dari Sulawesi dan Gorontalo.

"Kalau akses transportasi dari lokasi pemukiman transmigrasi ke daerah pemasaran seperti Ternate dan Sofifi menjadi lancar maka semua masalah itu bisa diatasi dan inilah yang menjadi prioritas kami pada 2017," kata Umar Sangaji.

Lokasi pemukiman transmigran di Malut yang berkembang menjadi sentra pertanian di antaranya di wilayah Wasilei dan Subaim, Kabupaten Halmahera Timur, bahkan daerah ini kini mampu menyumbang produksi beras bagi kebutuhan Malut sedikitnya 340 ribu ton per tahun.(*)

loading...

Sebelumnya

Dishub Malut larang speedboat tua beroperasi

Selanjutnya

Pemberlakuan satu harga BBM perlu dikaji ulang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat