Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Maluku
  3. Malut tidak sediakan lahan baru untuk transmigran
  • Senin, 31 Oktober 2016 — 13:30
  • 1997x views

Malut tidak sediakan lahan baru untuk transmigran

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) pada 2017 tidak menyediakan lahan baru untuk lokasi transmigrasi karena pada tahun itu pemprov akan lebih memprioritaskan pembenahan lokasi transmigrasi yang telah ada.
Ilustrasi. Kawasan transmigrasi di Gayo. -- tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Ternate, Jubi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) pada 2017 tidak menyediakan lahan baru untuk lokasi transmigrasi karena pada tahun itu pemprov akan lebih memprioritaskan pembenahan lokasi transmigrasi yang telah ada.

"Malut masih tetap membuka diri bagi masuknya transmigran dari daerah lain, tetapi untuk 2017 tidak ada penempatan transmigran baru, karena banyak lokasi pemukiman transmigran di Malut yang harus dibenahi," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Malut Umar Sangaji di Ternate, Senin (31/10/2016).

Pembenahan lokasi permukiman transmigran itu yang akan dilakukan khususnya pembenahan infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan lokasi permukiman transmigran dengan jalan utama ke daerah pemasaran, irigasi pertanian dan berbagai fasilitas umum yang dibutuhkan transmigran.

Ia mengatakan, lokasi transmigran di Malut umumnya telah berkembang menjadi sentra pertanian, tetapi untuk memasarkan komoditas pertaniannya terhambat dengan rusaknya akses jalan ke daerah pemasaran sehingga tidak jarang produk pertanian mereka menjadi rusak, terutama produk sayuran.

Padahal produk pertanian yang dihasilkan dari lokasi pemukiman transmigran itu sangat dibutuhkan di sejumlah kota di Malut seperti Ternate dan Sofifi, bahkan daerah ini terpaksa harus mendatangkan produk itu dari luar Malut, seperti dari Sulawesi dan Gorontalo.

"Kalau akses transportasi dari lokasi pemukiman transmigrasi ke daerah pemasaran seperti Ternate dan Sofifi menjadi lancar maka semua masalah itu bisa diatasi dan inilah yang menjadi prioritas kami pada 2017," kata Umar Sangaji.

Lokasi pemukiman transmigran di Malut yang berkembang menjadi sentra pertanian di antaranya di wilayah Wasilei dan Subaim, Kabupaten Halmahera Timur, bahkan daerah ini kini mampu menyumbang produksi beras bagi kebutuhan Malut sedikitnya 340 ribu ton per tahun.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Dishub Malut larang speedboat tua beroperasi

Selanjutnya

Pemberlakuan satu harga BBM perlu dikaji ulang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe