Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pemkab Merauke diminta segera selesaikan masalah sumber air Rawa Biru
  • Selasa, 23 Januari 2018 — 17:17
  • 883x views

Pemkab Merauke diminta segera selesaikan masalah sumber air Rawa Biru

“Entah itu uang tali asih atau kompensasi, nanti dibicarakan bersama masyarakat pemilik ulayat. Paling penting adalah perlunya keseriusan pemerintah untuk menyelesaikan,” ungkap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa
Beberapa warga sedang berdialog dengan Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke diminta melakukan negosiasi bersama masyarakat pemilik ulayat air Rawa Biru di kampung Rawa Biru, distrik Sota, terkait proses penyelesaian ganti rugi.

“Entah itu uang tali asih atau kompensasi, nanti dibicarakan bersama masyarakat pemilik ulayat. Paling penting adalah perlunya keseriusan pemerintah untuk menyelesaikan,” ungkap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, di kantornya, Selasa (23/1/2018).

Dikatakan, pada Bulan Ootober 2017 silam, ia bersama Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung, serta seorang tokoh Papua Selatan, Johanes Gluba Gebze, menemui masyarakat di Rawa Biru. Pada pertemuan itu disepakati mencabut sasi.

Setelah sasi dicabut, lanjut Sirfefa, beberapa hari kemudian dilakukan pertemuan bersama dengan masyarakat serta para Muspida.

“Saat itu saya menyampaikan agar perlu ada keseriusan pemerintah. Karena air Rawa Biru menjadi sumber utama air bersih bagi masyarakat Kota Merauke dan sekitarnya,” kata dia.

Bahkan, lanjut Sirfefa, dalam setiap sidang paripurna, dirinya terus mengangkat masalah ini agar diperhatikan pemerintah.

“Saya tidak tahu sejauhmana respon dinas terkait,” katanya.

“Kita semua harus menyadari bahwa satu-satunya sumber air bersih bagi masyarakat kota adalah dari Rawa Biru. Jadi, perlu ada tindak lanjut penyelesaian sehingga pemilik ulayat juga merasa puas,” katanya menambahkan.

Persoalan ini, kata Sirfefa, harusnya menjadi tanggung jawab dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Tidak harus menunggu lama tetapi bagaimana membangun komunikasi secara kontinyu bersama pemilik ulayat.

Hal serupa disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Merauke, Moses Kaibu.

“Saya kira apa yang disuarkan masyarakat pemilik ulayat untuk penyelesaian ganti rugi air Rawa Biru harus disikapi cepat. Sumber air Rawa Biru sudah pernah dipalang pemilik ulayat. Harusnya ini menjadi atensi khusus bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat,” kata Moses. (*)

loading...

Sebelumnya

Ketua DPRD Merauke: Saya sudah capek teriak minta pemerintah buka akses jalan Bian-Okaba

Selanjutnya

Bupati Asmat targetkan wabah penyakit teratasi dalam sebulan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 3048x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1205x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1179x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe