Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Masa tahapan pilgub Papua, media diingatkan tidak memicu konflik
  • Selasa, 23 Januari 2018 — 17:56
  • 682x views

Masa tahapan pilgub Papua, media diingatkan tidak memicu konflik

"Media harus netral, karena masing-masing kandidat punya massa, dan ada yang fanatik. Kalau media tidak berimbang dalam pemberitaan, dapat memicu konflik," kata Lucky kepada Jubi, Selasa (23/01/2018).
Ilustrasi Media – Jubi. Dok
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura, Lucky Ireeuw, mengingatkan agar media tidak menjadi pemicu konflik pada masa tahapan pemilihan gubernur-wakil gubernur Papua saat ini, serta mematuhi kode etik jurnalis (KEJ) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Kata Lucky, dalam pemberitaan, media harus berimbang, karena salah satu fungsi yang dilaksanakan media adalah fungsi kontrol.

"Media harus netral, karena masing-masing kandidat punya massa, dan ada yang fanatik. Kalau media tidak berimbang dalam pemberitaan, dapat memicu konflik," kata Lucky kepada Jubi, Selasa (23/01/2018).

Menurutnya, media harus memberikan pendidikan yang baik kepada pembaca. Dalam situasi apa pun media selalu memposisikan diri berdiri di tengah, dan tidak memihak kelompok tertentu.

"Harus memberikan porsi yang sama untuk semua kandidat dalam kampanye di media. Mematuhi aturan KPU dan bawaslu, serta tahu kapan harus menayangkan iklan pada masa pilkada," ujarnya.

Katanya, pada masa tahapan pilgub Papua, sejauh ini media khususnya yang berada di Jayapura masih cukup berimbang dalam pemberitaan, meski ada satu-dua media yang mungkin punya keterkaitan langsung dengan kandidat tertentu, sehingga memberikan porsi lebih besar kepada kandidat tersebut, dibandingkan kandidat lainnya.

"Sebenarnya boleh saja, tapi harus berimbang. Kalau menyinggung pihak lain, harus memberikan ruang hak jawab kepada pihak lainnya. Tapi media di Jayapura masih cukup baiklah. Media belum sampai mengerucut membuat kubu-kubu yang berpotensi mengacaukan. Belum sampai pada tahap itu," ucapnya.

Namun Lucky belum tahu pasti berapa banyak media di Jayapura yang muncul sebelum dan menjelang pelaksanaan tahapan pilgub Papua.

"Harus ada data. Tapi kalau dilihat secara umum, ada surat kabar yang muncul jauh hari sebelum tahapan, dan ada yang muncul pada masa tahapan pilgub. Memang kita belum tahu betul tujuannya, tapi secara tersirat, ya, seperti itu," katanya.

Komisioner Bawaslu Papua, Anugrah Pata mengatakan, dari pengamatan pihaknya, hingga kini media di Jayapura dalam pemberitaan masih wajar dan berimbang.

"Masih wajarlah sampai sekarang. Yang jelas sekarang kan penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur belum dilakukan. Setahu saya, iklan di media itu, 14 hari sebelum masa kampanye berakhir," kata Anugrah.

Katanya, dalam melakukan pengawasan terhadap media pada masa kampanye, Bawaslu Papua akan melibatkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

"Kami akan lakukan seperti yang lalu, kami akan libatkan komisi penyiaran, apalagi ini level-nya pilgub. Komisi penyiaran yang berwenang mengatur media terkait iklan, supaya memberikan ruang yang sama untuk pasangan calon dalam publikasi program kampanyenya," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

MRP kecewa kinerja Dinkes Asmat

Selanjutnya

Kata ketua pansus, DPRP tak menghambat tahapan pilgub Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe