Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Kasus kematian OAP terus terjadi, Enembe pertanyakan penggunaan dana kesehatan
  • Selasa, 23 Januari 2018 — 18:37
  • 1823x views

Kasus kematian OAP terus terjadi, Enembe pertanyakan penggunaan dana kesehatan

"Penanganan di bidang kesehatan selama ini tidak berjalan baik, padahal dana besar kami siapkan. Kami meminta data yang valid agar pemprov bisa membantu kabupaten yang terkena musibah," katanya.
Gubernur Papua, Lukas Enembe - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua, Lukas Enembe, meminta Dinas Kesehatan di Papua, menginventarisasi kematian orang asli Papua (OAP), dengan mendata nama, keluarga, dan distrik asal.

Kata Enembe, bidang kesehatan menjadi perhatian selama ini, sebab penyaluran dana cukup besar ke tiap kabupaten, namun penggunaannya dinilai belum maksimal.

"Saya kurang tahu seperti apa kerja para bupati, dan persoalannya apa? Dana kesehatan cukup besar di setiap kabupaten. Selain dana 15 persen Otsus, kemudian ditambah KPA dan Kartu Papua Sehat, dan dari APBN juga banyak yang turun, tetapi kenapa kasus kematian masih sering terjadi?" katanya, Selasa (23/01/2018), di Jayapura.

Gubernur meminta dengan kejadian ini, segala aspek dan kelemahannya perlu diperhatikan, baik oleh para bupati atau dinas-dinas kesehatan.

"Penanganan di bidang kesehatan selama ini tidak berjalan baik, padahal dana besar kami siapkan. Kami meminta data yang valid agar pemprov bisa membantu kabupaten yang terkena musibah," katanya.

Ia mencontohkan misalnya Kabupaten Asmat, setiap tahunnya kerap meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Namun kejadian di bidang kesehatan seperti itu masih sering terjadi.

"WTP kok bisa begitu? WTP itu kan berarti laporannya bagus, dan menggunakan dana dengan baik untuk masyarakat, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, dan lain-lain," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

HUT Kopkedat Papua ke-2, ini harapan mereka

Selanjutnya

RSUD Jayapura berjuang hilangkan kesan rumah sakit jorok!

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe