close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. KPU Jayawijaya menolak pencalonan Bartol Paragaye dan Ronny Elopere
  • Selasa, 23 Januari 2018 — 18:53
  • 1755x views

KPU Jayawijaya menolak pencalonan Bartol Paragaye dan Ronny Elopere

Penolakan ini dilakukan setelah KPU Jayawijaya melakukan klarifikasi dengan DDP partai Hanura terkait dengan dualisme dukungan,
Komisioner KPU Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jayawijaya menolak pencalonan pasangan Bartol Paragaye-Ronny Elopere sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2018. Sebelumnya KPU Jayawijaya telah memperpanjan waktu pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Jayawijaya pada Pilkada 2018.

“Penolakan ini dilakukan setelah KPU Jayawijaya melakukan klarifikasi dengan DDP partai Hanura terkait dengan dualisme dukungan, hasil klarifikasi menyatakan Hanura tidak pernah mengeluarkan surat dukungan bagi balon Bartolomeus Paragaye dan Ronny Elopere,” kata Ketua KPU Jayawijaya, Adi Wetipo, Adi Wetipo, Senin (22/1/2018).

Ia menjelaskan hasil klarifikasi KPU bersama Ketua Panwas Jayawijaya, Fredi Wamo, dituangkan dalam berita acara nomor 32, yang menyebutkan menolak pencalonan Bartol dan Ronny berpedoman pada hasil klarifikasi yang dituangkan dalam berita acara.

Sebelumnya pasangan Bartol Paragaye-Ronny Elopere  sebelumnya diusung Gerindra dan Hanura. Partai Gerindra tercatat memilki 4 kursi di DPRD Jayawijaya dan partai Hanura memiliki 2 kursi. “Koalisi dua partai ini sebenarnya bisa mengusung satu pasangan calon karena memenuhi syarat minimal untuk Jayawijaya yaitu 20 persen atau 6 kursi DPRD,” kata Adi menjelaskan.

Namun, dokumen dari partai Hanura tak lengkap hanya menyerahkan salinan, sedangkan dari Gerindra lengkap berupa asli dan salinan. "Intinya kami tidak bisa menerima berkas paslon Bartholomeus Paragaye dan Ronny Elopere sesuai dengan hasil klarifikasi kami kepada DPP Hanura yang memang bermasalah dengan dualisme dukungan," kata Adi menjelaskan.

Komsioner Devisi Teknis KPU Jayawijaya, Sarlota Nelcy menyatakan telah klarifikasi  ke Sekjen DPP Hanura dengan menunjukkan dokumen pencalonan dari kedua pasangan bakal calon yang di dalamnya terdapat dualisme dukungan klarifikasi.

“Sekjen DPP Hanura mengakui tidak pernah mengeluarkan surat dukungan kepada Bapaslon lain selain kepada pasangan John R. Banua dan Marthen Yogobi," katanya.

Ia memastikan pernyataan tersebut disampaikan secara tertulis dengan surat keterangan atau penegasan DPP Hanura dan berita acara yang ditanda tangani oleh DPP Hanura KPU Jayawijaya devisi teknis dan devisi hukum serta ketua panwas Jayawijaya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemeliharaan Trigana sulitkan penumpang dapat tiket

Selanjutnya

Kasus Clarita puncak gunung es kekerasan terhadap anak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4955x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4353x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4133x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2555x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe