Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Gereja Yende, daya tarik pariwisata Wondama
  • Rabu, 24 Januari 2018 — 10:07
  • 1075x views

Gereja Yende, daya tarik pariwisata Wondama

Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC), Ben G Saroy, di Manokwari, mengatakan gereja di kampung tersebut sudah berumur ratusan tahun.
Gereja tua di kampung Yende distrik Roon kabupaten Teluk Wondama, yang sudah berusia ratusan tahun – Jubi/ichalpapua.blogspot.com
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Manokwari, Jubi - Gereja tua di kampung Yende distrik Roon kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dinilai bisa menjadi daya tarik pariwisata religi di daerah tersebut.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC), Ben G Saroy, di Manokwari, Selasa (23/1/2018), mengatakan gereja di kampung tersebut sudah berumur ratusan tahun.

"Di situ juga ada kitab Injil tertua di tanah Papua. Usianya diperkirakan mencapai 119 tahun sejak penginjil datang di kampung tersebut. Jasad para penginjil pun kuburkan disana," katanya.

BBTNTC, kata dia, sejak beberapa tahun terakhir melakukan pendampingan di kampung ini. Pihaknya mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Dia menjelaskan kampung Yende sangat mempesona jika dilihat dari arah laut. Kampung ini berada tepat di pesisir pantai. Transportasi laut menuju kampung ini pun saat ini sudah lebih mudah.

"Kalau kita dari Manokwari, kapal dari sini akan lebih dulu singgah di Yende sebelum ke Wasior. Pantainya bersih, suasana di kampung ini masih sangat alami," katanya menambahkan.

Ia menjelaskan BBTNTC bersama World Wide Fun (WWF) sedang mengembangkan pariwisata di sejumlah lokasi kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Satu diantaranya di distrik Room Teluk Wondama.

Selain Yende, obyek pariwisata lain bisa dinikmati di kawasan tersebut, baik di darat maupun laut.

"Disana ada sebuah pulau kecil. Menariknya, pulau ini menjadi tempat peristirahatan hewan-hewan malam dan siang seperti burung dan kelelawar. Pada pagi dan sore hari kita bisa menyaksikan bagaimana mereka bergantian menjaga pulau," ujarnya.

Pulau tersebut berdiri layaknya tiang. Di atas permukaan laut ditumbuhi pepohonan lebat. Di dasar laut pulau ini dipenuhi berbagai jenis terumbu karang.

"Kalau mau snorkeling dan diving bisa kita lakukan disini,"ujarnya lagi.

Menurutnya, banyak potensi di kawasan Roon yang bisa dikembangkan menjadi destinasi pariwisata berskala internasional. Pihaknya sedang mendorong pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) berbasis pariwisata di kampung Yende dan beberapa kampung lain wilayah Roon.

"Di wilayah Roon banyak potensi yang bisa dikembangkan. Ini juga tantangan bagi pemerintah daerah," pungkasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Gempa berkekuatan 4,1 SR guncang Tambrauw

Selanjutnya

Ditangkap di Polewali Mandar, mantan Ketua KONI Papua Barat santai di pinggir pantai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat