Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kepolisian Solomon berterimakasih atas bantuan Australia
  • Rabu, 24 Januari 2018 — 11:38
  • 437x views

Kepolisian Solomon berterimakasih atas bantuan Australia

Kepolisian Kepulauan Solomon (Royal Solomon Islands Police Force, RSIPF) memuji Pemerintah Australia dan mitra pembangunan lainnya atas bantuan mereka mendukung upaya RSIPF tangani kekerasan berbasis gender di Kepulauan Solomon.
Beberapa anggota parlemen dan pejabat Australia pada pertemuan di Markas Besar Kepolisian Rove - Solomon Star/Supplied
Elisabeth Giay
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Honiara, Jubi - Kepolisian Kepulauan Solomon (Royal Solomon Islands Police Force, RSIPF) memuji Pemerintah Australia dan mitra pembangunan lainnya atas bantuannya mendukung upaya RSIPF menangani kekerasan berbasis gender di Kepulauan Solomon.

“Kami mengalami beberapa tantangan dalam pelaksanaan Undang-Undang Perlindungan Keluarga sejak mulai efektif pada tahun 2016, namun dengan bantuan Pemerintah Australia melalui Misi Bantuan Regional untuk Kepulauan Solomon (RAMSI) dan perjanjian bilateral Program Pengembangan Kepolisian Kepulauan Solomon (SIPDP) yang baru, serta kerjasama dari pemangku kepentingan lainnya termasuk organisasi non-pemerintah, telah memungkinkan RSIPF menggarisbawahi dampak kekerasan keluarga terhadap masyarakat,” kata Komisaris Polisi, Juanita Matanga.

Matanga mengatakan hal itu dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Markas Besar Kepolisian Rove (17/1/2018) dengan tujuh Anggota Parlemen Australia yang saat ini berada di Kepulauan Solomon untuk kunjungan ke proyek-proyek yang didanai Australia.

Kunjungan tersebut diatur oleh organisasi Save the Children Australia (SCA) di bawah  proyek bantuan Australian Aid dan Parlemen Australia, yang didanai oleh Yayasan Bill and Melinda Gates Foundation untuk menunjukkan program-program bantuan Australia kepada Anggota Parlemen Australia terpilih.

“Beberapa tantangan yang dihadapi RSIPF mencakup keterpencilan pulau-pulau di negara kita dimana saat terjadi insiden kekerasan berbasis gender satu-satunya alat transportasi untuk menggapainya adalah dengan kapal,” kata Asisten Komisaris Pembimbing.

Leta menambahkan: “Tantangan lainnya termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya di dalam RSIPF dan kurangnya komunikasi mereka dengan masyarakat.”

“Terlepas dari tantangan-tantangan ini, kami sangat beruntung karena masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya sangat mendukung kami untuk memastikan korban kekerasan berbasis gender menerima layanan layak yang dibutuhkan mulai dari tingkat masyarakat hingga ke kantor polisi,” kata ACP Leta.(Solomon Star)

loading...

Sebelumnya

Prediksi Pasifik: Apa yang akan terjadi di tahun 2018?

Selanjutnya

Pasokan obat habis, klinik gigi umum di Vanuatu tolak pasien

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4768x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2783x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2685x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe