Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Mensos sebut penanganan Asmat dilakukan terpadu dan menyeluruh
  • Rabu, 24 Januari 2018 — 16:31
  • 810x views

Mensos sebut penanganan Asmat dilakukan terpadu dan menyeluruh

Hal itu bedasarkan kajian yang menemukan banyak faktor yang mempengaruhi masalah di Asmat.
Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri menerima Gubernur Papua, Bupati Asmat, dan Wakil Bupati Nduga, di Istana Bogor, Jabar, Selasa (23/1) malam. Setpres
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jakarta, Jubi - Menteri Sosial, Idrus Marham menyatakan penanganan wabah penyakit gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua, harus dilakukan terpadu dan menyeluruh. Hal itu bedasarkan kajian yang menemukan banyak faktor yang mempengaruhi masalah di Asmat.

“Karena itu perlu dilakukan pendekatan secara terpadu dan menyeluruh,” kata Idrus kepada wartawan saat pertemuan di Istana Bogor, Selasa (23/1/2018) malam.

Idrus mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebutkan wabah gizi buruk dan campak tak hanya terjadi di Asmat. “Tetapi beliau menginstruksikan kepada pihaknya untuk mulai memperhatikan dan mencermati kabupaten-kabupaten lainnya di Papua,” kata Idrus menambahkan.

Intruksi Presiden menyebutkan  pemerintah memproteksi daerah lain yang ada di Papua, agar bisa diantisipasi sebelumnya.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek, mengatakan masalah kesehatan yang terjadi di Asmat sudah diketahui sejak September 2017, dan sudah meminta kepala dinas kesehatan setempat menggelar pengobatan.

“Namun wabah berkembang sangat cepat, campak ini memang terjadi apa bila gizi buruk dan kekebalan fisiknya turun," kata Nila.

Kementerian kesehatan sudah menjalin kerja sama dengan TNI, Polri, dan Kementerian Sosial sama-sama melakukan pengobatan menyeluruh.

"Kami membuat 10 hari pertama pengobatan, kemudian 10 hari lagi sampai tiga kali sampai satu bulan," ujar Nila menjelaskan.

Menurut dia selain penanganan, pemerintah saat ini sedangkan memikirkan rehabilitasi dan solusi jangka panjang.  "Tadi yang disampaikan gubernur dan bupati benar, yakni bagaimana membuat satu perkampungan yang baik, dengan fasilitas kesehatan yang baik juga," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati Asmat targetkan wabah penyakit teratasi dalam sebulan

Selanjutnya

Puluhan mobil dewan diserahkan kepada Sekda Merauke

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32926x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8971x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6478x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5925x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5634x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe