Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Wabah gizi buruk dan campak, Otsus perlu evaluasi
  • Rabu, 24 Januari 2018 — 17:57
  • 746x views

Wabah gizi buruk dan campak, Otsus perlu evaluasi

Evaluasi yang dimaksud untuk menemukan terobosan kebijakan bagi pemangku kepentingan, termasuk peran pemerintah agar benar-benar melindungi segenap warga dan bangsanya
Saat para korban dievakuasi oleh tim satgas terpadu kemanusian di Agats – Jubi/Doc Humas Polda Papua
Abeth You
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi-  Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, mengatakan  kejadian luar biasa campak dan gizi buruk yang merenggut sekitar 63 anak di kabupaten Asmat dan 43 jiwa anak di Kabupaten Nduga menjadi peringatan dini bagi Pemerintah Daerah di Tanah Papua.

“Pemerintah segera mendorong serta mendesak dilaksanakannya evaluasi total terhadap implementasi kebijakan Otsus,” kata  Yan Christian Warinussy,  Rabu, (24/1/2018).

Evaluasi itu dinilai penting untuk melihat dan menjawab pertanyaan sepanjang 10 tahun terakhir ini. “Seringkali terjadi KLB seperti campak dan gizi buruk pada beberapa daerah di dataran dan kawasan pegunungan maupun pesisir di Tanah Papua,” ujar Yan menambahkan.

Evaluasi yang dimaksud untuk menemukan terobosan kebijakan bagi pemangku kepentingan, termasuk peran pemerintah agar benar-benar melindungi segenap warga dan bangsanya.

Ketua umum Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua (PGGBP), Pendeta Socratez Sofyan Yoman, mengatakan kasus campak dan gizi buruk di Asmat sebagai bukti sejarah, negara gagal melindungi warganya.

“Berbagai komentar dan bantuan nyata yang diberikan tentu membesarkan hati dan meringankan beban kesusahan dan kesedihan rakyat West Papua di Asmat,” ujar Socratez.

Menurut dia, bantuan dan pelayanan misi kemanusiaan dari  institusi negara dan lembaga-lembaga keagamaan serta perorangan patut dihormati dan berterima kasih.  

Namun ia mengingatkan perlu diperhatikan kondisi itu bukti nyata  negara gagal melindungi warganya. Ia menjelaskan, wabah penyakit yang menimpa rakyat khususnya anak-anak di wilayah Papua sama saja dengan kasus penembakan yang terjadi karena sama sama menimbulkan korban jiwa.

“Sama dengan  empat siswa di Paniai yang meningal akibat ditebak,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

DPRP akan ajak MRP dorong pengakuan terhadap parpol lokal

Selanjutnya

KPU dan DPRP cari format tepat tahapan pilgub Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 3060x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1216x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1184x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe