close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. RSUD Paniai krisis obat, ini jawaban dinas kesehatan
  • Rabu, 24 Januari 2018 — 18:52
  • 1115x views

RSUD Paniai krisis obat, ini jawaban dinas kesehatan

RSUD Paniai telah menjadi rumah sakit rujukan sub regional di wilayah Meepago yang melayani masyarakat Paniai, Deiyai, Dogiyai dan Intan Jaya.
Ilustrasi, Orang tua memeluk anaknya yang sedang dirawat di ruang anak RSUD Paniai, Selasa, (9/1/2018) - Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi – Tudingan krisis obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Paniai dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan  Dr. Robby Kayame yang menyatakan obat di lembaga yang ia kelola tak pernah berkurang.

“Isu beredarnya ketiadaan obat itu tidak benar, di RSUD Paniai banyak obat. Coba cek di sana, cek juga di setiap Puskesmas,” kata Robby Kayame, ketika dikonfirmasi Jubi, Rabu, (24/1/2018).

Selain obat, Kayame yang juga dosen FKM Uncen Jayapura ini mengatakan rumah sakit juga dilengkapi dokter spesialis. “Sehingga pelayanan berjalan seperti biasanya,” kata Kayame, menambahkan.

Menurut dia, RSUD Paniai telah menjadi rumah sakit rujukan sub regional di wilayah Meepago yang melayani masyarakat Paniai, Deiyai, Dogiyai dan Intan Jaya. Rumash sakit itu selalu memenuhi  ketersediaan obat dengan bantuan dari Dinas Kesehatan Paniai.

Ketua Badan Anggaran DPRD Paniai, Denny Gobay, mengatakan  hampir setiap sidang anggaran dewan sering kebingunan tentang usulan dana dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Sebab, dana yang ditetapkan saat sidang berbeda saat pemberian DPA ke masing-masing OPD,” kata Denny.

Menurut dia Dinkes Paniai tahun anggaran 2017 mendapat alokasi anggaran sekitar Rp20 miliar, namun informasi yang ia dapat pembagian DPA itu membengkak hingga ratusan miliar.

Kondisi itu telah berjalan selama hampir lima tahun. “Jadi hari ini di Paniai kami bingung dengan tingkah laku pimpinan eksekutif,” kata Denny.

Ia menuding  terjadi korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) dalam sistem pemeirntahan termausk lembaga pelayanan kesehatan di Kabupaten tersebut. (*)

loading...

Sebelumnya

RSUD Jayapura berjuang hilangkan kesan rumah sakit jorok!

Selanjutnya

KLB masih terjadi di tanah Papua, LSM : di mana dana Otsus?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4944x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4318x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 3997x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2522x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2469x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe