Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. DPRD Merauke dukung pembangunan rumah singgah bagi anak aibon
  • Rabu, 24 Januari 2018 — 20:06
  • 1070x views

DPRD Merauke dukung pembangunan rumah singgah bagi anak aibon

“Kita berharap ketika anak-anak aibon sudah ditampung, semua komponen masyarakat harus diajak pemerintah untuk duduk bersama sekaligus dibicarakan sehingga ada solusi penyelesaian,” kata Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa.
Puluhan anak aibon yang sedang menjalani pemeriksaan kesehatan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke mendukung langkah pemerintah setempat yang sedang membangun rumah singgah sekaligus menampung anak-anak yang sering menghisap lem aibon.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, kepada Jubi, Rabu (24/1/2018).

“Saya sudah mendapatkan informasi kalau Pemerintah Provinsi Papua memberikan dukungan dana untuk pembangunan rumah singgah,” ungkapnya.

Sebagai tindaklanjutnya, pemerintah setempat telah menyiapkan lahan sekaligus sedang dilakukan pembangunan rumah tersebut.

“Kita berharap segera dirampungkan dan anak-anak aibon dapat ditampung sekaligus dibimbing secara baik,” pintanya.

Dikatakan, rumah singgah bukan menjadi solusi terakhir dalam menekan banyaknya anak yang menghirup lem aibon. Namun, ada langkah cepat dari pemerintah seperti demikian.

“Kita berharap ketika anak-anak aibon sudah ditampung, semua komponen masyarakat harus diajak pemerintah untuk duduk bersama sekaligus dibicarakan sehingga ada solusi penyelesaian,” pintanya lagi.

Ketua Bidang Kesehatan Keuskupan Agung Merauke, Ana Mahuze, mengaku setelah dirinya melakukan penelitian tahun 2015-2016 terhadap anak-anak aibon, didapatkan kesimpulan mereka menghisap aibon karena di rumah kurang mendapat kasih sayang dari orangtua.

Akibatnya, lanjut Ana, anak-anak memilih keluar rumah dan lebih senang hidup bersama teman-teman lain. Apalagi antara bapa dan mama juga sudah tidak hidup serumah, sehingga kasih sayang tak utuh diberikan.

“Memang untuk merangkul anak-anak aibon dibutuhkan kesabaran tinggi. Setelah kurang lebih setahun, saya merangkul 47 anak aibon. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Puluhan mobil dewan diserahkan kepada Sekda Merauke

Selanjutnya

Tahun ini Merauke cetak lahan sawah 56 ribu hektar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6655x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3304x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 2727x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2365x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe