Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. DPRD Merauke dukung pembangunan rumah singgah bagi anak aibon
  • Rabu, 24 Januari 2018 — 20:06
  • 1355x views

DPRD Merauke dukung pembangunan rumah singgah bagi anak aibon

“Kita berharap ketika anak-anak aibon sudah ditampung, semua komponen masyarakat harus diajak pemerintah untuk duduk bersama sekaligus dibicarakan sehingga ada solusi penyelesaian,” kata Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa.
Puluhan anak aibon yang sedang menjalani pemeriksaan kesehatan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke mendukung langkah pemerintah setempat yang sedang membangun rumah singgah sekaligus menampung anak-anak yang sering menghisap lem aibon.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, kepada Jubi, Rabu (24/1/2018).

“Saya sudah mendapatkan informasi kalau Pemerintah Provinsi Papua memberikan dukungan dana untuk pembangunan rumah singgah,” ungkapnya.

Sebagai tindaklanjutnya, pemerintah setempat telah menyiapkan lahan sekaligus sedang dilakukan pembangunan rumah tersebut.

“Kita berharap segera dirampungkan dan anak-anak aibon dapat ditampung sekaligus dibimbing secara baik,” pintanya.

Dikatakan, rumah singgah bukan menjadi solusi terakhir dalam menekan banyaknya anak yang menghirup lem aibon. Namun, ada langkah cepat dari pemerintah seperti demikian.

“Kita berharap ketika anak-anak aibon sudah ditampung, semua komponen masyarakat harus diajak pemerintah untuk duduk bersama sekaligus dibicarakan sehingga ada solusi penyelesaian,” pintanya lagi.

Ketua Bidang Kesehatan Keuskupan Agung Merauke, Ana Mahuze, mengaku setelah dirinya melakukan penelitian tahun 2015-2016 terhadap anak-anak aibon, didapatkan kesimpulan mereka menghisap aibon karena di rumah kurang mendapat kasih sayang dari orangtua.

Akibatnya, lanjut Ana, anak-anak memilih keluar rumah dan lebih senang hidup bersama teman-teman lain. Apalagi antara bapa dan mama juga sudah tidak hidup serumah, sehingga kasih sayang tak utuh diberikan.

“Memang untuk merangkul anak-anak aibon dibutuhkan kesabaran tinggi. Setelah kurang lebih setahun, saya merangkul 47 anak aibon. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Puluhan mobil dewan diserahkan kepada Sekda Merauke

Selanjutnya

Tahun ini Merauke cetak lahan sawah 56 ribu hektar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32924x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8969x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6476x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5923x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5632x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe