Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Sriwjaya dan Garuda berlomba garap rute intra Papua
  • Kamis, 25 Januari 2018 — 05:05
  • 2039x views

Sriwjaya dan Garuda berlomba garap rute intra Papua

“Karena Wamena salah satu titik poin nantinya. Saat ini perizinannya terhalang dengan kapasitas perjamnya (slot-Red) sehingga rotasi pesawat kami tidak bisa masuk sesuai jam ke Wamena,” kata Ronel Sangkey.
Pesawat ATR 72 600 milik Nam Air-Sriwijaya Group – Jubi/mediatargetbuser.com
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Maskapai nasional Garuda Indonesia dan Sriwijaya Group terus memperluas konektivitas layanan penerbangannya di wilayah Papua dengan berencana membuka rute penerbangan ke Wamena, sebagai bagian dari program pengembangan rute penerbangan intra Papua dengan kota-kota lainnya di seantero Indonesia.

District Manager Sriwijaya Group, Ronel Sangkey, mengakui pihaknya telah menyiapkan pesawat jenis ATR ke Wamena.

“Karena Wamena salah satu titik poin nantinya. Saat ini perizinannya terhalang dengan kapasitas perjamnya (slot-Red) sehingga rotasi pesawat kami tidak bisa masuk sesuai jam ke Wamena, belum kena atau secara sistem kapasitas bandara tersebut,” kata Ronel Sangkey, Rabu (24/1/2018). 

Sementara itu, dari Papua Barat pihaknya akan menambah lagi ke Raja Ampat, Fakfak, dan Kaimana.

“Sebenarnya ke Raja Ampat, Fakfak, dan Kaimana sudah standby akan menggunakan ATR. Namun pesawat itu saat ini masih ada di NTT dan Kalimantan,” ujarnya.

Ronel mengakui persiapan Papua Barat sudah final dan pihaknya sudah membuka cabang di tiga daerah tersebut.

“Tinggal tunggu pesawatnya, baru kita lanjut. Soal izin sudah semua ada,” katanya.

Untuk Wamena, kata Ronel, tak lagi dipengaruhi udara cuaca akan tetapi adalah slot kapasitasnya belum ada izinnya.

“Untuk Dekai Yahukimo secara infrastruktur dan kapasitas yang lain juga belum ada izin,” ungkapnya.

Sales Manager PT Garuda Indonesia BO Jayapura, Oktavianus Tampi, mengemukakan penambahan rute di tahun 2018 ini memang direncanakan oleh perusahaan milik negara tersebut. 

Penerbangan ini untuk menambah ke intra Papua seperti Biak-Nabire-Jayapura, Nabire- Biak- Nabire -Timika lalu kembali ke Nabire dan Jayapura balik lagi ke Nabire dan Biak. Itu semua sudah terkoneksi.

“Yang mungkin belum ada dan kami rencanakan itu ke Wamena atau Dekai, Yahukimo.  Tetapi semua itu tergantung ketersediaan dengan armada kami. Itu kita bisa lihat dari kesiapan bandara setempat,” katanya.

Oktavianus Tampi mengemukakan pihaknya akan mempergunakan pesawat tipe ATR72-600. Pesawat tersebutlah menjadi realisasi intra Papua seperti di Timor atau NTT dan Sulawesi serta Kalimantan.

“Kami sedang mengajukan visibility untuk ke intra Papua,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Belum ditemukan materai palsu di Papua

Selanjutnya

Beredar uang palsu, masyarakat diimbau tidak resah 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe