Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. DPRD Jayawijaya diminta membentuk Pansus Pilkada
  • Kamis, 25 Januari 2018 — 18:43
  • 919x views

DPRD Jayawijaya diminta membentuk Pansus Pilkada

Rakyat menolak jika Pilkada Jayawijaya hanya melawan kotak kosong, bahkan mereka mengancam akan memboikot Pilkada Jayawijaya 2018.
Penandatanganan petisi agar DPRD Jayawijaya membentuk Pansus memeriksa KPU dan Panwas-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi –Ribuan masyarakat yang tegabung dalam Forum Bersama Rekonsilisasi Jayawijaya (Foberja), mendatangi gedung DPRD setempat. Mereka minta DPRD membentuk Pansus Pilkada Jayawijaya.

“Aksi ini juga kami akan melakukan penandatanganan petisi agar DPRD segera membentuk Pansus, untuk memeriksa kebenaran pendafataran bakal calon bupati dan wakil bupati Jayawijaya oleh KPU dan diawasi langsung Panwas,” kata salah satu orator aksi, Mully Wetipo, saat mendatangi DPRD Jayawijaya, Kamis (25/1/2018).

Mully menyatakan rakyat menolak jika Pilkada Jayawijaya hanya melawan kotak kosong, bahkan mereka mengancam akan memboikot Pilkada Jayawijaya 2018. “Itu kami lakukan  jika memang hanya ada satu calon yang diakomodir,” kata Mully menegaskan.

Sikap yang sama disampaikan Kader partai Gerindra, Yance Tenoye, yang meminta DPRD Jayawijaya  segera membuat Pansus dan memeriksa KPU maupun Panwaslu. “Pemeriksaan  berkas yang diajukan kepada kandidat yang mendaftar, serta melakukan pemeriksaan terhadap ijazah pasangan calon yang mendaftar,” kata Yance.

Ia mempertanyakan verifikasi yang dilakukan KPU terhadap calon yang diusung oleh Gerindra, karena selama kurun waktu pendaftaran pihaknya terus-terusan ditolak meski telah melengkapi berkas  yang diperlukan.

"Yang dipertanyakan apakah surat keterangan bisa menggagalkan SK yang dikeluarkan, karena setahu saya hanya rekomendasi yang bisa membatalkan SK, bukan surat keterangan," ujar Yance menjelaskan.

Sekretaris Komisi A DPRD Jayawijaya, Jimmy Asso mengakui komisi A DPRD Jayawijaya telah membicarakan persoalan Pilkada. “Telah dibahas  sehingga dalam waktu dekat ini akan membentuk Pansus memeriksa KPU dan Panwas Kabupaten Jayawijaya,” kata Jimmy.  (*)

loading...

Sebelumnya

DPRD Jayawijaya buka paripurna masa sidang I 2018

Selanjutnya

Pelajar jual koran sambil sekolah di Yahukimo

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2901x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2608x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1520x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1311x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe