Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Tahun ini Merauke cetak lahan sawah 56 ribu hektar
  • Kamis, 25 Januari 2018 — 20:39
  • 1655x views

Tahun ini Merauke cetak lahan sawah 56 ribu hektar

“Memang mengalami keterlambatan karena musim hujan datangnya lambat dan curah hujan tidak sesuai prediksi, sehingga petani juga lambat mempersiapkan lahan pertanian,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Eddy Santoso.
Lahan pertanian masyarakat di distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Tahun ini Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke akan membuka lahan untuk cetak sawah seluas 56.296 hektar. Angka ini meningkat jika dibanding tahun 2017 yang hanya sekitar 49 ribu hektar.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Eddy Santoso, kepada Jubi, di ruang kerjanya, Rabu (24/1/2018).

Selain lahan untuk areal persawahan padi, juga beberapa komoditi lain seperti kedelai seluas 521 hektar, jagung 1.580 hektar, kacang tanah 692 hektar, kacang hijau 196 hektar, ubi kayu 867 hektar, ubi jalar 938 hektar, keladi 394 hektar, serta kumbili 171 hektar.

Khusus lahan padi, kata Eddy, yang tertanam sudah mencapai 15 ribu hektar.

“Memang mengalami keterlambatan karena musim hujan datangnya lambat dan curah hujan tidak sesuai prediksi, sehingga petani juga lambat mempersiapkan lahan pertanian,” ujarnya.

Sampai sekarang masih ada petani yang baru mempersiapkan lahan dan belum menanam. Itu akibat curah hujan sangat minim jika dibandingkan daerah lain.

“Kami dari dinas melalui Penyuluh Pertanian Lapangan terus memberikan motivasi kepada para petani agar segera melakukan pembibitan sekaligus menanam, agar tidak mengalami keterlambatan panen,”  ungkapnya.

Eddy mengatakan pemerintah terus berusaha melakukan perbaikan fasilitas pertanian berupa saluran irigasi dan lain-lain. Fasilitas itu sangat bermanfaat bagi petani saat areal persawahan telah ditanami padi.

Suparman, seorang petani di distrik Tanah Miring, mengaku akibat curah hujan yang tidak menentu, para petani baru mulai menanam sekarang. Mestinya sejak pertengahan Desember, areal persawahan telah ditanami padi.

“Kita menyesuaikan dengan curah hujan. Baru dua minggu terakhir petani mulai menanam, setelah  hujan selama beberapa kali,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

DPRD Merauke dukung pembangunan rumah singgah bagi anak aibon

Selanjutnya

Petani di kampung Bersehati Erom dililit hutang bank

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe