Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Tunggakan air RSUD Jayapura lebih dari Rp 1 miliar
  • Jumat, 26 Januari 2018 — 09:04
  • 880x views

Tunggakan air RSUD Jayapura lebih dari Rp 1 miliar

PDAM Jayapura berharap tunggakan  segera dibayarkan untuk biaya layanan, termasuk perubahan pipa distribusi dan peremajaan alat.
Tampak ruang Isntalasi Gawat Darurat milik RSUD Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Nilai tunggakan air Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura ke perusahaan umum daerah (PDAM) setempat mencapai Rp 1,1 miliar. Nilai tunggakan itu terhitung sejak tahun 2014 hingga 2015. PDAM Jayapura berharap tunggakan  segera dibayarkan untuk biaya layanan, termasuk perubahan pipa distribusi dan peremajaan alat.

“Kami sempat ajukan permintaan pembayaran, namun rumah sakit hanya mau membayar di atas tahun 2015,” kata Kepala PDAM Jayapura, Abdul Patenongan, Jum’at (26/1/2018).

Patenongan menyebutkan RSUD Jayapura menolak membayar tagihan tunggakan, meski begitu ia memastikan tingginya tunggakan bukan menjadi alasan penyebab pasokan air ke RSUD Jayapura berkurang.

“Hal ini disebabkan karena debit air di mata air Kujabu dan Campwolker semakin berkurang,” kata Patenongan, menjelaskan.

Ia menjamin suplai air untuk RSUD Jayapura sudah cukup karena pipa dari Kujabu untuk pelayanan ke  rumah sakit berkapasitas 18 liter per detik. Kapasita situ  dinilai sudah cukup untuk memenuhi.

Pejabat pelaksana tugas, Direktur RSUD Jayapura,  Aloysius Giyai, enggan berkomentar ketika dimintai konfirmasi tingginya nilai tunggakan air tersebut. Ia mengatakan rendahnya pasokan air ke rumah sakit yang ia kelola justru merepotkan dan memaksa menjalin kerjasama dengan penyedia air bersih di luar PDAM.

“Kami meminjam air dari para pengusaha mobil tangki air bersih, untuk masalah pembayarannya nanti habis bulan berjalan,” kata Giyai.

Keterlibatan pihak ke tiga penyedia air itu dilakukan sejak awal Januari 2018, saat dirinya ditunjuk sebagai pelaksna tugas direktur RSUD Jayapura oleh Gubernur.

Giyai mengaku keterlibatan pihak meyedia jasa air itu tergolong boros,  namun terpaksa dilakukan di tengah  anggaran belanja RS sangat minim. “Tunggu DPA yang baru ditetapkan dulu baru saya bisa berinovasi mengembangkan RS ini,” katanya.

Ia berencana  merombak  pipa air rumah sakit pada Februari mendatang, pipa itu dirombak untuk mengalirkan air dari bak induk lama maupun bak induk yang baru ke semua ruangan. “Sehingga tidak ada lagi sabotase air di RS ini,” kata Giyai menjelaskan. (*)

loading...

Sebelumnya

Kapal perang Perancis berlabuh di pelabuhan Jayapura

Selanjutnya

Separuh lebih masyarakat Jayapura curi air PDAM

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe