Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kinerja tim kewaspadaan pangan dan gizi dipertanyakan
  • Jumat, 26 Januari 2018 — 10:07
  • 890x views

Kinerja tim kewaspadaan pangan dan gizi dipertanyakan

Tim kewaspadaan pangan dan gizi itu dinilai kebobolan karena memburuknya kondisi balita di sejumlah daerah yang mengalami gizi buruk dan ancaman campak.
Ilustrasi masyarakat asli Papua di wilayah pedalaman – Jubi. Dok
Arjuna Pademme
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Kinerja tim kewaspadaan pangan dan gizi dipertanyakan oleh dewan perwakilan rakyat Papua.  Tim kewaspadaan pangan dan gizi itu dinilai kebobolan karena memburuknya kondisi balita di sejumlah daerah yang mengalami gizi buruk dan ancaman campak.

“Dimana tim ini? Tim ini dikoordinir assiten II setda Provinsi Papua. Apakah mereka punya peta kerawanan pangan dan planning lumbung pangan daerah,” kata anggota DPR Papua,  John Nasion Robby Gobai, Gobai kepada Jubi, Kamis (25/01/2018).

Gobai mempertanyakan  peran tim kewaspadaan pangan dan gizi dalam rangka mewaspadai gizi buruk dan kelangkaan pangan yang berpotensi terjadi di daerah. Keberadaan tim itu dinilai mampu mengembangkan kreativitas produksi pangan lokal sperti keladi, singkong, sagu, dan ubi jalar.

“Gizi buruk terjadi karena tidak ada ketersediaan pangan. Jangka panjangnya tim ini harus segera mengambil langkah merumuskan ketersedian pangan waktu mendatang,” kata Gobai menambahkan.

Namun Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Ignasius W Mimin, mengatakan  tak perlu saling menyalahkan dalam menghadapi kasus Asmat dan Pegunungan Bintang yang sedang menghadapi krisis gizi buruk dan KLB campak . “Namun segera mengambil langkah menangani masyarakat di wilayah itu,” kata Mimin.

Ia minta agar semua pihak bersama menangani masalah KLB gizi buruk dan campak, selain itu ia menyebutkan ancaman penyakit dan gizi buruk di Asmat menjadi pengalaman. “Ke depan harus dilakukan upaya pencegahan. Jangan nanti terjadi, baru kita saling menyalahkan," kata Mimin. (*)

 

loading...

Sebelumnya

BKD Papua diminta menunda lelang jabatan Kadis ESDM

Selanjutnya

Akademisi sebut isu HAM tak laku dalam Pilgub Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32926x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8971x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6478x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5925x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5634x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe