Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Port Moresby akan berlakukan larangan pinang
  • Jumat, 26 Januari 2018 — 11:04
  • 973x views

Port Moresby akan berlakukan larangan pinang

Teguran keras dari Gubernur Distrik Ibu Kota, Powes Parkop, dilayangkan akibat masyarakat umum terus mengabaikan larangan membuang sepah pinang dan ludah mereka.
Penjual dan pengunyah pinang di Port Moresby telah diberi peringatan untuk memperbaiki perilaku menjaga kebersihan kota, atau jualan dan makanan mereka akan dilarang - Post Courier/ Grace Salmang
Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Port Moresby, Jubi - Larangan pinang sirih di Ibu Kota Papua Nugini mulai berlaku pada 28 Februari mendatang, jika para penjual dan pengunyah pinang mengabaikan pembatasan yang telah ditetapkan dalam tenggang waktu enam bulan terakhir.

Vendor dan pengunyah pinang sudah diberi peringatan agar memperbaiki perilaku mereka dalam menjaga kebersihan dan kesehatan kota atau komoditi jualan dan makanan mereka yang berharga tersebut tidak akan diberikan izin berjualan di dalam kota dan di daerah pemukiman warga.

Teguran keras dari Gubernur Distrik Ibu Kota, Powes Parkop, dilayangkan akibat masyarakat umum terus mengabaikan larangan membuang sepah pinang dan ludah mereka.

“Di akhir bulan Februari nanti, dan ya, saya tidak ragu memberlakukan larangan tersebut. Jika orang-orang kita tidak bertanggung jawab, mereka akan kehilangan hak istimewa ini .

“Kita akan awasi tingkat sampah yang disebabkan oleh kulit pinang, banyaknya ludah di seluruh area kota dan apakah para penjaja menghargai dan menjaga lokasi yang telah kami peruntukkan kepada mereka untuk digunakan berjualan.”

Tidak adanya kampanye peningkatan kesadaran terkait larangan ini karena pemerintah anggap masyarakat seharusnya sudah tahu tentang larangan pinang sirih, kata Parkop.

“Saya akan memastikan bahwa kita memiliki kapasitas untuk menerapkan larangan ini agar kita dapat mencapai tujuan kita dengan lebih baik. Beberapa vendor dan pengunyah pinang belum mengubah perilaku mereka. Mereka ini yang akan bertanggung jawab atas diresmikannya larangan penjualan dan mengunyah pinang yang telah disahkan. Jadi saya ingin menegur para vendor dan penikmat pinang sirih agar menanggapi peringatan ini dengan serius,” tambahnya.

Masa tenggang enam bulan telah diberikan sejak tahun 2017 untuk pedagang sirih dan pengunyah pinang di ibu kota untuk menunjukkan tanggung jawab mereka atas sampah solid dan encer dari pinang sirih.​(Post Courier PNG)

loading...

Sebelumnya

Tiongkok dorong pembangunan pertanian Samoa

Selanjutnya

Kekhawatiran sosial, politik, dan ekonomi jelang refendum Kaledonia Baru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe