Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Separuh lebih masyarakat Jayapura curi air PDAM
  • Jumat, 26 Januari 2018 — 19:04
  • 1747x views

Separuh lebih masyarakat Jayapura curi air PDAM

Kondisi itu membuat PDAM bakal menertibkan dan menindak tegas kepada publik yang kedapatan menggunakan air dengan cara membocorkan dan  menyambung pipa secara ilegal.
Ilustrasi pipa air minum - Jubi/Dok
Roy Ratumakin
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi –Lebih dari separuh masyarakat Kota Jayapura mencuri air yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Kondisi itu membuat PDAM bakal menertibkan dan menindak tegas kepada publik yang kedapatan menggunakan air dengan cara membocorkan dan  menyambung pipa secara ilegal.

“Kenapa saya katakana illegal, karena masyarakat tersebut mencuri air dari pipa distribusi kami yang ada di beberapa titik,” kata Kepala PDAM Jayapura, Abdul Patenongan, kepada Jubi, Jumat, (26/01/2018)

Patenongan menyebutkan jumlah masyarakat Jayapura yang mencuri air yang ia kelola hampir 52 persen, dari total penduduk kota Jayapura,  kondisi itu dinilai ironis karena merugikan perusahaan air minum milik Pemda.

“Kalau dilihat illegal namun kami sendiri tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan tenaga lapangan ,” kata Patenongan, menambahkan.

Selain itu ia menyebutkan tingginya angka pencurian air juga dipengaruhi tingkat kerawanan di wilayah yang dilewati instalasi jalur dari pipa  distribusi. Ia mengaku pernah memutus atau menutup  pipa yang sengaja dibocorkan oleh masyarakat, namun setelah ditinggal pergi dari daerah tersebut masyarakat kembali membukanya.

Ia berharap ada kesadaran masyarakat tidak mencuri dan mengambil air secara ilegal. Harapan itu diimbangi dengan upaya sosialisasi kepada masyarakat dengan memberi pemahaman pengelolan air yang dikelola  PDAM Kota Jayapura untuk kemakmuran bersama meski menggambil dari sumber air yang instalasinya sisa dari era Jepang.

Seorang warga Bhayangkara II, Kota Jayapura,Theresia Boly, berharap PDAM Jayapura dapat mampu memperbaiki pipa  distribusi, karena di tempat ia tinggal sering kekurangan air.

“Saya akhirnya harus membeli air dari tangki air. Sekali beli air 5 ribu  liter saja sudah Rp 50 ribu untuk satu minggu,” kata Taheresia. Total ia harus mengeluarkan uang Rp 200 ribu untuk memenui kebutuhan air selama satu bulan.

“Itu bisa lebih kalau keperluan kami banyak,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tunggakan air RSUD Jayapura lebih dari Rp 1 miliar

Selanjutnya

Pengguna jalan ke RSUD Jayapura bakal ditertibkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6282x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5869x views
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 5129x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe